<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471</id><updated>2011-08-15T13:20:19.976-07:00</updated><title type='text'>D'bLog of wELLnOv</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-1760839331272643511</id><published>2011-06-02T05:31:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T05:39:15.538-07:00</updated><title type='text'>keuntungan membangun software menggunakan protipe dan langkah-langkah yang harus diperhatikan jika kita membangun prototipe</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS'; color: rgb(190, 190, 190); font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:Arial;color:#FFFFFF;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 23px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(190, 190, 190); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; font-weight: normal; line-height: 18px; "&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:Arial;color:#FFFFFF;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 23px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(190, 190, 190); font-family: 'Trebuchet MS'; line-height: 18px; "&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:Arial;color:#FFFFFF;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 23px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(190, 190, 190); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; font-weight: normal; line-height: 18px; "&gt;&lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-9122179448613435761" style="width: 510px; line-height: 1.4; position: relative; "&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); font-family: Arial; line-height: 23px; "&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Verdana, Tahoma, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 23px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-9122179448613435761" style="width: 510px; line-height: 1.4; position: relative; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: tahoma; line-height: 18px; color: rgb(85, 85, 68); "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Prototipe adalah pendekatan ke desain sistem yang mengembangkan model kerja yang disederhanakan dari sistem. Prototipe, atau rancngan awal ini, dapat dengan cepat dan murah untuk dibangun dan diberikan pada para pemakai atau diuji&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Arial; line-height: 23px; "&gt;Prototype merupakan metodologi pengembangan software yang menitik-beratkan pada pendekatan aspek desain, fungsi dan user-interface. Developer dan user fokus pada user-interface dan bersama-sama mendefinisikan spesifikasi, fungsi, desain dan bagaimana software bekerja. Developer dan user bertemu dan melakukan komunikasi dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan. Developer mengumpulkan detail dari kebutuhan dan memberikan suatu gambaran dengan cetak biru (prototype).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari proses tersebut akan diketahui detail-detail yang harus dikembangkan atau ditambahkan oleh developer terhadap cetak biru, atau menghapus detail-detail yang tidak diperlukan oleh user. Proses akan terjadi terus menerus sehingga produk sesuai dengan keinginan dari user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama dari prototype [Thompson, Wishbow - 1992] adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Proses revisi dan pengujian terhadap produk dilakukan secara terus menerus, sehingga didapatkan produk yang sesuai dengan yang diinginkan oleh user. Proses testing dan revisi dapat dilakukan baik secara keseluruhan maupun partial pada bagian dari produk.&lt;br /&gt;* Proses pengujian harus memiliki perbandingan baku (benchmark) sehingga menghasilkan produk yang secara empiris sehinga menghindari kegagalan produk atau terjadi perbedaan persepsi antara developer atau user.&lt;br /&gt;* Dengan proses testing dan komunikasi yang terus menerus antara user dan developer diharapkan dihasilkan produk yang user-friendly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;II. METODOLOGI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[Purtilo, Larson, Clark-1991] mengambarkan proses-proses pada model prototype sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Identifikasi objek, definisi dari masalah yang harus dipecahkan dinyatakan secara bersama-sama dengan memberikan ukuran-ukuran yang pasti terhadap batasan kesuksesan dari produk yang digunakan sebagai benchmark.&lt;br /&gt;2. Identifikasi resiko, tidak ada pengembangan produk yang bersih dan mampu menghasilkan produk yang berstatus “Tidak ada Masalah”, selalu terdapat area abu-abu yang memberikan resiko terhadap pengembangan produk. Perjelas dan pertegas batasan dan permasalahan pada area tersebut.&lt;br /&gt;3. Merumuskan hipotesa prototype, setelah resiko dinyatakan pengembang mendesain secara terperinci sebuah prototype yang menggambarkan keseluruhan sistem dan resiko-resiko yang mungkin berpengaruh pada sistem. Prototype juga memberikan potensi terhadap perbaikan-perbaikan terhadap produk.&lt;br /&gt;4. Membangun perancangan prototype, perancangan prototype berdasarkan hipotesa kedalam produk prototype. Tujuan yang utama dari membangun suatu prototipe adalah untuk menjawab satu atau lebih pertanyaan mengenai karakteristik fungsional dari produk .&lt;br /&gt;5. Eksperimental, prototipe harus dicoba-coba untuk menentukan perilakunya dan mengumpulkan keluaran dari instrumentasi sistem sehingga didapat produk yang sesuai dengan keinginan user.&lt;br /&gt;6. Evaluasi, Hasil dari eksperimen harus dievaluasi untuk menilai kebenaran dan efisiensi prototype.&lt;br /&gt;7. Proses yang berulang-ulang, proses yang keseluruhan diulangi sampai salah satu dari tiga hasil dicapai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Didapat informasi yang cukup dari prototype sehingga dapat dimulainya proses pengembangan produk.&lt;br /&gt;* Untuk beberapa masalah yang tidak terpecahkan telah dapat ditemukan solusi yang lebih mudah atau setara dengan tetap memperhatikan cost dan manfaat.&lt;br /&gt;* Didapat prototype yang memiliki mutu yang sesuai dengan spesifikasi produk yang ingin dibuat sehingga proses pembuatan produk dapat dilakukan dengan menggunakan prototype yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;III. KETERGANTUNGAN TERHADAP USER&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;User atau pengguna merupakan bagian terpenting pada prototype. Karena user merupakan komponen yang menentukan apakah prototype telah memenuhi spesifikasi untuk dikembangkan sebagai produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Harker -1993] memaparkan tentang permasalahan yang terjadi pada metodologi prototype :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* User yang tidak memiliki spesialisasi dalam pembuatan dan perancangan sistem akan memberikan input yang akan mempersulit pembuatan prototype.&lt;br /&gt;* Prototype yang dikembangkan secara tim memerlukan kepastian dapat menangani keinginan user terutama dilevel manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Perancangan prototype akan tidak relevan dan menyulitkan jika pada lever user terjadi perubahan struktur organisasi yang cenderung lebih besar pengaruhnya dinding perubahan secara teknis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;IV. TIPE-TIPE PROTOTYPE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 3 (tiga) tipe dari metodologi prototype [Sommerville, 1995]:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Throwaway Prototypes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Throwaway Prototypes mengunakan prototype sebagai tool atau perangkat untuk melakukan analisa terhadap user-interface dan kebutuhan fungsional dari produk yang ingin dibuat. ketika prototype dievaluasi dan spesifikasi dibaharui, prototype dibuang dan proses pengembangan dimulai kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Evolutionary Prototypes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evalusi prototype didasarkan pada pengembangan produk dengan melakukan peningkatan pada detail-detail yang dianggap perlu diperbaharui. Proses akan dilakukan secara terus menerus dalam satu produk dan dilakukan hingga didapat produk yang sesuai dengan keinginan dari user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Incremental Development&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi ini masing-masing dievaluasi berdasarkan bagian-bagian secara partial jika terjadi perubahan akan dilakukan secara partial juga. Setelah didapatkan potongan-potongan produk yang sesuai, maka disatukan untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan keinginan user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;V. KEUNTUNGAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan dari metodologi prototype adalah [Sommerville, 1995] :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kegagalan dalam mendefinisikan masalah antara user dan developer dapat dikenali dari awal.&lt;br /&gt;* Kesulitan user-interface dan pemakaian dapat dikenali dari awal&lt;br /&gt;* Manajemen telah melihat gambaran secara riil tentang produk yang dibuat dengan melihat prototype dari produk.&lt;br /&gt;* Prototype dapat disebut juga sebagai bagian dari training penggunaan produk, sehingga user telah mengenal produk dari prototype.&lt;br /&gt;* Proses testing dan perbaikan dapat dilakukan secara terus menerus sehingga mengurangi tingkat kegagalan produk.&lt;br /&gt;* Prototype lebih mengedepankan pada requirement sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan dari user.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:Arial;color:#FFFFFF;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer" style="line-height: 1.6; margin-top: 0.5em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer" style="line-height: 1.6; margin-top: 0.5em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer" style="line-height: 1.6; margin-top: 0.5em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer" style="line-height: 1.6; margin-top: 0.5em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-1760839331272643511?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/1760839331272643511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/06/keuntungan-membangun-software.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/1760839331272643511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/1760839331272643511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/06/keuntungan-membangun-software.html' title='keuntungan membangun software menggunakan protipe dan langkah-langkah yang harus diperhatikan jika kita membangun prototipe'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-7494209383047185126</id><published>2011-05-25T07:29:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T07:32:11.631-07:00</updated><title type='text'>Sertifikasi Keahlian Di Bidang TI</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; color: rgb(227, 255, 0); font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;&lt;span style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Contoh - contoh sertifikasi nasional dan internasional :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2 style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; position: relative; font: normal normal bold 14px/normal 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-weight: bold; font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;* Sertifikasi Profesi Insinyur Nasional dan Internasional dan Keahlian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;small style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Menjadi insinyur membutuhkan proses yang sulit. Gelar insinyur tidak sembarangan diberikan kepada seseorang, butuh prosedur khusus dan persyaratan untuk mendapatkan lisensi, piagam atau dari instansi pemerintahan. Berikut ini merupakan contoh sertifikasi profesi insinyur baik nasional maupun internasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sertifikasi Profesi Insinyur Internasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Status profesional didefinisikan secara hukum dan dilindungi oleh sebuah badan pemerintah. Di beberapa wilayah hukum hanya terdaftar atau insinyur lisensi diizinkan untuk menggunakan gelar insinyur atau praktek rekayasa profesional. Yang membedakan seorang insinyur profesional berlisensi adalah kewenangan untuk mengambil tanggung jawab hukum untuk pekerjaan engineering. Sebagai contoh, seorang insinyur berlisensi mungkin bertanda, bercap atau berstempel dokumentasi teknis seperti laporan, gambar, dan perhitungan, perkiraan desain studi, atau analisis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Contoh Sertifikasi Insinyur di Kanada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Di kanada gelar Professional Engineering hanya dapat digunakan oleh para insinyur berlisensi dan dilindungi dalam hukum di semua propinsi. Perijinan insinyur dilakukan melalui badan hukum yang berkuasa, seperti Profesional Engineering Ontario. Banyak dari asosiasi ini yang bertanggung jawab untuk mengatur profesi terkait. Proses pendaftaran umunya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="padding-top: 0px; padding-right: 2.5em; padding-bottom: 0px; padding-left: 2.5em; margin-top: 0.5em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.4; font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;li style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.25em; margin-left: 0px; text-indent: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Lulus dengan gelar dari program terakreditasi di teknik atau ilmu terapann, terakreditasi oleh Badan Akreditasi Kanada Engineering (CEAB).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.25em; margin-left: 0px; text-indent: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;menyelesaikan Engineer dalam Pelatihan atau ” Magang” program di bawah arahan dari P. Eng. (Ini adalah program empat tahun minimal dengan pengecualian Quebec&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.25em; margin-left: 0px; text-indent: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Review pengalaman kerja oleh Asosiasi,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.25em; margin-left: 0px; text-indent: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pass Profesional Praktek Ujian (isi dan format yang berbeda menurut provinsi).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Insinyur yang tidak berlisensi akan medapatkan sangsi hukun sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Misalnya Ontario: Insinyur Profesional UU RRO 1990, Peraturan 941) dari berlatih di luar pelatihan dan pengalaman mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;b. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sertifikasi Profesi Insinyur Nasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Persatuan Insinyur Indonesia merupakan salah satu organisasi profesi yang mendapat tempat yang terhormat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat ilmu pengetahuan dan teknologi pada khususnya. Citra ini terbentuk sebagai hasil jerih payah perjuangan tak kenal lelah yang dilakukan oleh Pengurus PII terdahulu. Dalam rangka memenuhi tujuan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar PII, citra tersebut perlu ditingkatkan agar selanjutnya PII menjadi sebuah organisasi profesi yang :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="padding-top: 0px; padding-right: 2.5em; padding-bottom: 0px; padding-left: 2.5em; margin-top: 0.5em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.4; font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;li style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.25em; margin-left: 0px; text-indent: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mampu memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi para anggota.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.25em; margin-left: 0px; text-indent: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mampu melakukan pembinaan kemampuan profesional bagi para anggotanya sehingga setara dengan para Insinyur di negara lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.25em; margin-left: 0px; text-indent: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mampu memperjuangkan aspirasi dan melindungi kepentingan insinyur Indonesia sehingga hak dan kewajiban profesionalnya dapat terpenuhi dalam rangka berperan serta secara aktif dalam Pembangunan Nasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Salah satu program utama Pengurus Pusat PII adalah melaksanakan Program Sertifikasi Insinyur Profesional Indonesia. Program ini merupakan langkah strategis PII untuk lebih mengedepankan pembinaan kemampuan profesional anggota dalam memasuki era persaingan globalisasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pada dasarnya Sistem Sertifikasi ini merupakan pengakuan resmi atas kompetensi keprofesionalan seorang insinyur, yang sudah menempuh pendidikan sarjana teknik atau pertanian, serta sudah mengumpulkan pengalaman kerja yang cukup dalam bidang keinsinyuran yang ditekuninya. Dengan demikian masyarakat konsumen memperoleh perlindungan karena mereka yang sudah memperoleh sertifikat Insinyur Profesional adalah yang kompetensinya sudah benar-benar terbukti berdasarkan bakuan yang mengacu pada kaidah-kaidah internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sertifikat Insinyur Profesional diberikan dalam tiga jenis, yang sekaligus juga menunjukkan jenjang kompetensi yang dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yang paling awal adalah Insinyur Profesional Pratama, yaitu para insinyur yang sudah bekerja lebih dari tiga tahun sejak mencapai gelar kesarjanaannya dan sudah mampu membuktikan kompetensi keprofesionalannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yang kedua adalah Insinyur Profesional Madya, yaitu para pemegang sertifikat Insinyur Profesional Pratama yang sudah bekerja dan membuktikan kompetensinya selama paling sedikit lima tahun setelah ia memperoleh sertifikat Insinyur Profesional Pratama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yang terakhir adalah Insinyur Profesional Utama, yaitu para pemegang sertifikat Insinyur Profesional Madya yang telah bekerja dan membuktikan kompetensinya selama paling sedikit delapan tahun setelah ia memperoleh sertifikat Insinyur Profesional Madya, serta mempunyai reputasi keprofesionalan secara nasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Contoh untuk Nasional adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;BNSP, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;yang merupakan singkatan dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Badan Nasional Sertifikasi Profesi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; adalah sebuah lembaga independen yang di bentuk pemerintah berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Badan ini bekerja untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan tenaga kerja pada seluruh sektor bidang profesi di Indonesia melalui proses sertifikasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Contoh untuk Internasional, Peraturan profesi engineering yaitu dibentuk oleh berbagai yurisdiksi dunia untuk melindungi keselamatan, kesejahteraan dan kepentingan lain dari masyarakat umum, dan untuk menetapkan lisensi yang digunakan seorang insinyur untuk mempunyai wewenang yang digunakan untuk memberikan layanan profesional kepada masyarakat. Status profesional dan praktek aktual dari rekayasa profesional didefinisikan secara hukum dan dilindungi oleh sebuah badan pemerintah. Ciri – ciri lain dari seorang insinyur professional berlisensi adalah memiliki otoritas pertanggung jawaban untuk pekerja insinyur engineer. Contohnya insinyur yang berlisensi dapat menandatangani, atau memberikan ijin dari dokumen – dokumen teknis penting seperti laporan, gambar, perhitungan untuk sebuah study, perhitungan detail, desain perkiraan, dan analisa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;II. Lembaga-lembaga yang melakukan sertifikasi Di Bidang Teknologi Informasi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: 'courier new'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Untuk mendapatkan sertifikasi profesi bagi bidang IT khususnya, kita perlu mengetahui lembaga-lembaga apa saja yang bisa memberikan kita sertifikasi pada bidang IT. Lembaga-lembaga yang ada biasanya sudah ditentukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk masing-masing bidang / masing-masing profesi yang ada. Oleh karena itu kita harus mengetahui lembaga mana yang dapat melakukan sertifikasi dibidang IT yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Lembaga-lembaga yang melakukan sertifikasi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Indonesia (LSP TIK) didirikan pada tanggal 1 Mei 2007, dengan tujuan untuk memenuhi tersedianya pengakuan tenaga yang kompeten di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi informasi yang cepat dan dengan adanya kebutuhan tenaga kerja profesional maka dibutuhkan pengakuan kompetensi para tenaga profesional baik nasional ataupun internasional. Pengakuan tersebut bisa diperoleh jika telah dinyatakan kompeten dalam bidang informasi dan komunikasi oleh sebuah lembaga yang mendapatkan lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LSP TIK merupakan lembaga yang telah memiliki lisensi dari BNSP (Keputusan Badan Nasional Sertifikasi Profesi nomor 19/BNSP/VII/2007) untuk melakukan proses pembuktian bahwa seorang tenaga yang profesional benar-benar kompeten dalam bidang kompetensinya. Sehingga tenaga professional tersebut mendapatkan pengakuan Kompetensi profesi yang dimilikinya baik secara Nasional ataupun Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuktian kompetensi yang dilakukan oleh LSP TIK berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang merupakan rumusan kemampuan profesi seseorang yang mencakup seluruh aspek yang diperlukan untuk menentukan kompetensi seseorang, misalnya pengetahuan, ketrampilan, keahlian, dan sikap. Seseorang yang sudah dinyatakan kompeten harus member laporan kepada LSP TIK minimal satu tahun satu kali, sehingga kompetensi pada profesionalismenya tetap tercatat dan diakui oleh LSP TIK maupun BNSP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi tersedianya pengakuan tenaga yang kompeten di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi baik secara Nasional dan Internasional maka LSP TIK juga beracuan pada standar Internasional, dengan adanya dukungan Standar kompetensi Internasianal dari Microsoft, Adobe, dan Oracle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan usia yang masih hampir dua tahun LSP TIK sudah bisa menunjukkan kompetensinya sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi yang bisa dipercaya oleh profesionalisme Teknologi Informasi dan Telekomunikasi baik dari Lembaga Pemerintahan, Lembaga Swasta ataupun perseorangan yang bergelut dan berprofesi di bidang Teknologi Informasi dan Telekomuniasi. LSP TIK sudah melakukan pembuktian kompetensi nasional seperti di beberapa lembaga pemerintahan (Solo, Jogja, Cirebon), BUMN (PT.INTI, PLN), perusahaan Swasta, bahkan para profesional di bidang Informasi dan Komunikasi yang secara pribadi sadar akan pentingnya kemampuan pengakuan Kompetensi profesi dari LSP TIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembuktian kompetensi, LSP TIK membagi menjadi beberapa profesi yang secara umum adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kompetensi profesi Programming .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kompetensi profesi Networking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kompetensi profesi Aplikasi Perkantoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kompetensi profesi Desain Grafis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kompetensi profesi Multimedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;KOMPETENSI PROFESI PROGRAMMING.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Uji kompetensi Programming diperuntukkan kepada para profesinoalisme dalam bidang programming baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi programming secara perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi programming adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* PRACTICAL PROGRAMMER&lt;br /&gt;* JUNIOR PROGRAMMER&lt;br /&gt;* PROGRAMMER&lt;br /&gt;* SENIOR PROGRAMMER&lt;br /&gt;* ANALYST PROGRAMMER&lt;br /&gt;* JUNIOR WEB PROGRAMMER&lt;br /&gt;* WEB PROGRAMMER&lt;br /&gt;* WEB MASTER&lt;br /&gt;* JUNIOR DATABASE PROGRAMMER&lt;br /&gt;* DATABASE PROGRAMMER&lt;br /&gt;* SENIOR DATABASE PROGRAMMER&lt;br /&gt;* JUNIOR MULTIMEDIA PROGRAMMER&lt;br /&gt;* MULTIMEDIA PROGRAMMER&lt;br /&gt;* QUALITY ASSURANCE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;KOMPETENSI PROFESI NETWORKING.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Uji kompetensi Networking diperuntukkan kepada para profesinoalisme dalam bidang networking baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi networking secara perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi networking adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* TECHNICAL SUPPORT&lt;br /&gt;* JUNIOR NETWORK ADMINISRATOR&lt;br /&gt;* NETWORK ADMINISTRATOR&lt;br /&gt;* SENIOR NETWORK ADMINISTRATOR&lt;br /&gt;* JUNIOR SYSTEM ADMINISRATOR&lt;br /&gt;* SENIOR SYSTEM ADMINISRATOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;KOMPETENSI PROFESI APLIKASI PERKANTORAN.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Uji kompetensi Aplikasi Perkantoran bukan hanya diperuntukkan kepada para profesinoalisme yang langsung berkaitan dengan aplikasi perkantoran, tetapi kepada seluruh profesonalisme lain yang dalam kebutuhannya juga menggunakan aplikasi perkantoran dalam kegiatannya baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi secara perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi aplikasi perkantoran ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* ACCOUNTAN&lt;br /&gt;* ADMINISTRASI&lt;br /&gt;* BASIC HELP DESK&lt;br /&gt;* HELP DESK&lt;br /&gt;* PROGRAMER dengan ADVANCE OFFICE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Secara level tingkatan untuk Aplikasi Perkantoran , adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Basic.&lt;br /&gt;* Advance.&lt;br /&gt;* Specialist. (penggunaan aplikasi perkantoran untuk hal-hal kusus, misalkan programmer denga menggunakan macro programming dalam aplikasi perkantoran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;KOMPETENSI PROFESI DESAIN GRAFIS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Uji kompetensi Desain Grafis diperuntukkan kepada para profesinoalisme dalam bidang Desain Grafis baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi Desain Grafis secara perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi Desain Grafis adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* DESAINNER&lt;br /&gt;* KARTUNIS&lt;br /&gt;* LAYOUTER&lt;br /&gt;* EDITOR&lt;br /&gt;* PHOTOGRAPHER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;KOMPETENSI PROFESI MULTIMEDIA.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Uji kompetensi Multimedia diperuntukkan kepada para profesinoalisme dalam bidang Multimedia baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi Multimedia secara perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi Multimedia adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* ANIMATOR&lt;br /&gt;* TV PRODUSER&lt;br /&gt;* KAMERAMEN&lt;br /&gt;* PEMBUAT NASKAH FILM&lt;br /&gt;* DUBBER&lt;br /&gt;* DLL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;LSP-Telematika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;LSP Telematika dibentuk oleh pemerintah dan setelah terbentuk harus dilaksanakan oleh komunitas Telematika dan bersifat independen. Bertugas menyelenggarakan standarisasi kompetensi kerja, menyiapkan materi uji serta mengakreditasi unit-unit Tempat Uji Kompetensi dan menerbitkan Sertifikasi Kompetensi bidang Telematika.&lt;br /&gt;KEUNTUNGAN SERTIFIKASI DI LSP-TELEMATIKA&lt;br /&gt;LSP Telematika merupakan lembaga yang bersifat independen dan profesional dalam menyelenggarakan standarisasi, uji kompetensi dan sertifikasi bagi para profesional di bidang telematika. Dalam perkembangannya, LSP Telematika menjadi rujukan profesionalisme bagi industri telematika di dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;Sertifikat yang dikeluarkan LSP Telematika merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi.&lt;br /&gt;Materi uji kompetensi LSP Telematika disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang sudah disahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Penyusun SKKNI merupakan ahli telematika yang berasal dari Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Pendidikan, Kementrian Ristek dan beberapa perusahaan TI di Indonesia.&lt;br /&gt;Dalam penyelenggaraan uji kompetensi, LSP Telematika menggunakan test engine dengan software yang integritasnya tidak diragukan lagi. LSP Telematika merupakan pemegang lisensi Automated Testing Software (ATS) di Indonesia. Ujian diselenggarakan dengan berbasis komputer yakni suatu tes yang dipandu dan dikerjakan melalui media komputer termasuk penilaiannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;III. Prosedur dan Persyaratan untuk mengambil ujian Sertifikasi untuk setiap Jenis Profesi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 13px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 21px; font-family: Verdana, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Penilaian Kesesuaian – Persyaratan Umum&lt;br /&gt;Lembaga Sertifikasi Profesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ruang Lingkup&lt;br /&gt;Pedoman ini merupakan persyaratan untuk LSP dengan persyaratan tertentu, termasuk pengembangan dan&lt;br /&gt;pemeliharaan skema sertifikasi profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN Di beberapa negara, lembaga yang memverifikasi kesesuaian kompetensi profesi dengan&lt;br /&gt;persyaratan yang ditetapkan disebut “lembaga sertifikasi”, di negara lain disebut “lembaga registrasi”,”lembaga&lt;br /&gt;asesmen dan registrasi” atau “lembaga sertifikasi/registrasi/lembaga lisensi”, dan yang lainnya menyebut&lt;br /&gt;“registrar”. Pedoman ini menggunakan istilah “lembaga sertifikasi”. Namun demikian, istilah ini digunakan&lt;br /&gt;dalam arti luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Acuan Normatif&lt;br /&gt;Dokumen yang diacu berikut diperlukan dalam penerapan pedoman ini. Apabila ada perubahan (amademen),&lt;br /&gt;dokumen yang diacu menggunakan dokumen yang mutakhir. Kosakata umum SNI 19-9000-2001, Sistem&lt;br /&gt;manajemen mutu – Dasar-dasar dan Kosakata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Istilah dan Definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Banding&lt;br /&gt;Permintaan dari pemohon, kandidat atau profesi yang disertifikasi untuk mempertimbangkan kembali&lt;br /&gt;keputusan yang merugikan yang dibuat oleh LSP terkait dengan status sertifikasi yang diajukan oleh yang&lt;br /&gt;bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Peserta Uji Kompetensi&lt;br /&gt;Pemohon yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk dapat ikut serta dalam proses sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3 Proses sertifikasi&lt;br /&gt;Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh LSP untuk menetapkan bahwa seseorang memenuhi persyaratan&lt;br /&gt;kompetensi yang ditetapkan, mencakup permohonan, evaluasi, keputusan sertifikasi, survailen dan sertifikasi&lt;br /&gt;ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4 Skema sertifikasi&lt;br /&gt;Persyaratan sertifikasi spesifik yang berkaitan dengan kategori profesi yang ditetapkan dengan menggunakan&lt;br /&gt;standar dan aturan khusus yang sama, serta prosedur yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5 Sistem sertifikasi&lt;br /&gt;Kumpulan prosedur dan sumber daya untuk melakukan proses sertifikasi sesuai dengan skema sertifikasinya,&lt;br /&gt;untuk menerbitkan sertifikat kompetensi termasuk pemeliharaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6 Kompetensi&lt;br /&gt;Kemampuan yang dapat diperagakan untuk menerapkan pengetahuan dan/atau keterampilan sesuai dengan&lt;br /&gt;atribut personal sebagaimana yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7 Keluhan&lt;br /&gt;Permintaan penilaian kesesuaian selain banding, oleh suatu organisasi perorangan terhadap LSP, untuk&lt;br /&gt;melakukan tindakan perbaikan yang berkaitan dengan kegiatan LSP atau pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.8 Evaluasi&lt;br /&gt;Proses penilaian profesi terhadap pemenuhan persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi untuk&lt;br /&gt;mengambil keputusan sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.9 Ujian&lt;br /&gt;Mekanisme yang merupakan bagian dari asesmen untuk mengukur kompetensi calon dan menggunakan satu&lt;br /&gt;atau lebih metode misalnya metode tertulis, lisan, praktek dan pengamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.10 Asesor kompetensi&lt;br /&gt;Seseorang yang mempunyai kualifikasi yang relevan dan kompeten untuk melaksanakan dan/atau menilai&lt;br /&gt;ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.11 Kualifikasi&lt;br /&gt;Peragaan dari atribut personal, pendidikan, pelatihan dan/atau pengalaman kerja Profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Persyaratan untuk LSP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1 Lembaga sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.1 Kebijakan, prosedur, dan administrasi lembaga sertifikasi harus terkait dengan kriteria sertifikasi, harus&lt;br /&gt;jujur dan wajar terhadap seluruh calon dan harus memenuhi semua persyaratan dan peraturan perundang-&lt;br /&gt;undangan yang berlaku. LSP tidak boleh menggunakan prosedur yang menghambat dan menghalangi akses&lt;br /&gt;oleh pemohon dan calon, kecuali yang ditetapkan dalam pedoman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.2 LSP harus menetapkan kebijakan dan prosedur untuk pemberian, pemeliharaan, perpanjangan,&lt;br /&gt;penundaan atau pencabutan sertifikasi serta perluasan/pengurangan ruang lingkup sertifikasi yang diajukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.3 LSP harus membatasi persyaratan, evaluasi dan keputusan sertifikasinya, sesuai dengan hal-hal spesifik&lt;br /&gt;yang berkaitan dengan ruang lingkup sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2 Struktur organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.1 Struktur LSP harus dibentuk sedemikian rupa sehingga memberikan kepercayaan kepada pihak terkait&lt;br /&gt;atas kompetensi, ketidakberpihakan dan integritasnya. Secara khusus, lembaga sertifikasi harus :&lt;br /&gt;a) independen dan tidak memihak dalam kaitannya dengan pemohon, calon dan profesi yang disertifikasi,&lt;br /&gt;termasuk dengan pemiliki dan pelanggannya dan harus mengambil langkah yang dapat menjamin&lt;br /&gt;operasi yang layak;&lt;br /&gt;b) bertanggung jawab atas keputusannya berkaitan dengan pemberian, pemeliharaan, perpanjangan,&lt;br /&gt;penundaan dan pencabutan sertifikasi serta perluasan/pengurangan ruang lingkup yang diajukan.&lt;br /&gt;c) mengidentifikasi manajemen (kelompok atau profesi) yang memiliki tanggung jawab menyeluruh untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) evaluasi, sertifikasi dan survailen sebagaimana ditetapkan dalam pedoman ini, dalam persyaratan&lt;br /&gt;kompetensi dan dalam dokumen relevan lain yang berlaku.&lt;br /&gt;2) perumusan kebijakan operasi LSP, yang berkaitan dengan sertifikasi profesi.&lt;br /&gt;3) keputusan sertifikasi,&lt;br /&gt;4) penerapan kebijakan dan prosedurnya&lt;br /&gt;5) keuangan lembaga sertifikasi, dan&lt;br /&gt;6) pendelegasian kewenangan kepada beberapa komite atau perorangan untuk melakukan kegiatan&lt;br /&gt;yang ditetapkan atas namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) memiliki dokumen legalitas hukum atau bagian dari legalitas hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.2 LSP harus memiliki struktur terdokumentasi yang menjaga ketidakberpihakan termasuk ketentuan yang&lt;br /&gt;menjamin ketidakberpihakan pengoperasian LSP. Struktur ini harus melibatkan partisipasi semua pihak penting&lt;br /&gt;yang terkait dalam pengembangan kebijakan dan prinsip-prinsip tentang substansi dan fungsi sistem sertifikasi,&lt;br /&gt;tanpa adanya pihak yang mendominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.3 LSP harus membentuk komite skema atau nama lain, yang harus bertanggung jawab dalam&lt;br /&gt;pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi untuk setiap jenis sertifikasi yang dipertimbangkan. Komite&lt;br /&gt;skema harus diwakili oleh pihak penting terkait secara seimbang (tanpa ada pihak yang lebih mendominasi).&lt;br /&gt;Jika ada skema sertifikasi yang dikembangkan oleh organisasi selain lembaga sertifikasi, maka pengembangan&lt;br /&gt;skema tersebut harus mengikuti prinsip-prinsip yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.4 LSP harus:&lt;br /&gt;a) memiliki sumber keuangan yang diperlukan untuk operasi sistem sertifikasi dan untuk membiayai&lt;br /&gt;pertanggunggugatan (liability) yang mungkin timbul.&lt;br /&gt;b) memiliki kebijakan dan prosedur yang membedakan antara sertifikasi profesi dan kegiatan lainnya,&lt;br /&gt;c) menjamin bahwa kegiatan lembaga yang terkait tidak mengkompromikan kerahasiaan objektivitas dan&lt;br /&gt;ketidakberpihakan dari sertifikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.5 LSP tidak boleh menawarkan atau memberikan pelatihan atau membantu pihak lain dalam penyiapan&lt;br /&gt;jasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.6 LSP harus menetapkan kebijakan dan prosedur (seperti pedoman pelaksanaan) untuk penyelesaian&lt;br /&gt;banding dan keluhan yang diterima dari pemohon, calon, profesi yang disertifikasi dan atasan/institusi tempat&lt;br /&gt;profesi yang disertifikasi bekerja serta dari pihak lain mengenai proses kriteria sertifikasi, termasuk kebijakan&lt;br /&gt;dan prosedur untuk kinerja profesi yang disertifikasi. Kebijakan dan prosedur tersebut harus menjamin bahwa&lt;br /&gt;banding dan keluhan diselesaikan secara independen, tegas dan tidak berpihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.7 LSP harus memperkerjakan personil permanen atau personil kontrak dalam jumlah yang memadai&lt;br /&gt;dengan pendidikan, pelatihan, pengetahuan teknis dan pengalaman yang diperlukan untuk melaksanakan&lt;br /&gt;fungsi sertifikasi sesuai dengan jenis, rentang dan volume pekerjaan yang dilakukan di bawah tanggung jawab&lt;br /&gt;manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3 Pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.1 LSP harus menetapkan metode dan mekanisme untuk digunakan dalam mengevaluasi kompetensi calon&lt;br /&gt;dan harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang sesuai untuk pengembangan awal dan pemeliharaan&lt;br /&gt;berkelanjutan dari metode dan mekanisme tersebut.&lt;br /&gt;CATATAN lampiran A memberikan panduan untuk pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.2 LSP harus menetapkan suatu proses pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi yang&lt;br /&gt;mencakup kaji ulang dan validasi skema yang dilakukan oleh komite skema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.3 LSP harus segera memberikan informasi mengenai setiap perubahan di dalam persyaratan kepada wakil-&lt;br /&gt;wakil komite. LSP harus mempertimbangkan pendapat yang disampaikan oleh komite skema sebelum&lt;br /&gt;memutuskan bentuk perubahan yang tepat dan tanggal efektif berlakunya perubahan. Setelah pengambilan&lt;br /&gt;keputusan dan publikasi mengenai perubahan persyaratan, LSP harus memberikan informasi kepada pihak-&lt;br /&gt;pihak yang terkait dan profesi yang disertifikasi. LSP harus memverifikasi bahwa setiap profesi yang&lt;br /&gt;disertifikasi memenuhi persyaratan yang diubah dalam periode waktu, yang penetapannya harus&lt;br /&gt;mempertimbangkan pendapat komite skema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.4 Kriteria kompetensi profesi yang dievaluasi harus ditetapkan oleh LSP sesuai dengan pedoman ini dan&lt;br /&gt;dokumen relevan lainnya. Jika diperlukan penjelasan untuk penerapan dokumen tersebut terhadap skema&lt;br /&gt;sertifikasi yang spesifik, maka penjelasan tersebut harus dirumuskan oleh para ahli, disahkan oleh komite&lt;br /&gt;skema dan dipublikasikan oleh lembaga sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.5 Sertifikasi tidak boleh dibatasi atas dasar keuangan atau kondisi lain yang tidak semestinya, seperti&lt;br /&gt;keanggotaan dalam asosiasi atau kelompok. Sertifikat kelulusan suatu lembaga pelatihan yang diakui dapat&lt;br /&gt;menjadi persyaratan skema sertifikasi. Pengakuan atau persetujuan tersebut oleh LSP, tidak boleh dilakukan&lt;br /&gt;dengan mengkompromikan ketidakberpihakan atau mengurangi bobot persyaratan evaluasi dan sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.6 LSP harus mengevaluasi metode ujian calon. Penyelenggaraan ujian harus jujur, absah dan dapat&lt;br /&gt;dipertanggungjawabkan. Minimum 1 tahun sekali, metodologi dan prosedur yang tepat (seperti pengumpulan&lt;br /&gt;dan pemeliharaan data statistik) harus ditetapkan untuk menegaskan kembali kejujuran, keabsahan,&lt;br /&gt;kepercayaan dan kinerja umum setiap ujian dan semua perbaikan perbedaan yang teridentifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.4 Sistem manajemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.4.1 LSP harus menggunakan sistem manajemen yang didokumentasikan dan mencakup semua persyaratan&lt;br /&gt;pedoman ini serta menjamin efektifitas penerapan persyaratan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.4.2 LSP harus menjamin bahwa:&lt;br /&gt;a) sistem manajemen ditetapkan dan dipelihara sesuai dengan pedoman ini, dan&lt;br /&gt;b) sistem manajemennya dimengerti dan diterapkan pada semua tingkat organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.4.3 LSP harus mempunyai sistem pengendalian dokumen dan audit internal serta kaji ulang manajemen yang&lt;br /&gt;sudah diterapkan termasuk ketentuan untuk perbaikan berkelanjutan, tindakan koreksi dan pencegahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.5 Subkontrak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.5.1 Jika LSP memutuskan untuk mensubkontrakkan pekerjaan yang berkaitan dengan asesmen kepada&lt;br /&gt;asesor subkontrak, maka perjanjian terdokumentasi yang mencakup pengaturan, termasuk kerahasiaan dan&lt;br /&gt;pencegahan konflik kepentingan harus dituliskan. Keputusan sertifikat tidak boleh disubkontrakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.5.2 LSP harus:&lt;br /&gt;a) bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang disubkontrakkan dan tetap bertanggung jawab atas&lt;br /&gt;pemberian, pemeliharaan, perpanjangan, perluasan dan pengurangan ruang lingkup, penundaan atau&lt;br /&gt;pencabutan sertifikasi.&lt;br /&gt;b) menjamin bahwa subkontraktor tersebut kompeten dan memenuhi ketentuan yang berlaku dalam&lt;br /&gt;pedoman ini, dan tidak terlibat baik secara langsung atau melalui atasannya dengan pelatihan atau&lt;br /&gt;pemeliharaan sertifikasi personel sedemikian rupa sehingga kerahasiaan dan kenetralan dapat&lt;br /&gt;dikompromikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memelihara daftar subkontraknya dan menilai serta memantau kinerjanya sesuai prosedur yang&lt;br /&gt;didokumentasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.6.1 LSP harus memelihara sistem rekaman sesuai dengan kondisi dan peraturan perundang-undangan,&lt;br /&gt;termasuk cara-cara untuk mengkonfirmasikan status profesi yang disertifikasi. Rekaman harus membuktikan&lt;br /&gt;bahwa proses sertifikasi telah dipenuhi secara efektif, khususnya yang berkaitan dengan formulir permohonan,&lt;br /&gt;laporan evaluasi, kegiatan survailen, dan dokumen lain yang terkait dengan pemberian, pemeliharaan,&lt;br /&gt;perpanjangan, perluasan, pengurangan, penundaan dan pencabutan sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.6.2 Rekaman harus diidentifikasi, diatur dan dimusnahkan dengan cara yang sesuai untuk menjamin&lt;br /&gt;integritas proses dan kerahasiaan informasi tersebut. Rekaman harus disimpan selama periode waktu tertentu&lt;br /&gt;untuk memberikan jaminan kepercayaan berkelanjutan, minimal satu siklus sertifikasi penuh, atau&lt;br /&gt;sebagaimana yang dipersyaratkan dalam perjanjian pengakuan, kontrak, hukum dan kewajiban lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.7 Kerahasiaan&lt;br /&gt;LSP harus menjaga kerahasiaan semua informasi yang diperoleh selama proses kegiatannya, melalui&lt;br /&gt;komitmen terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komitmen tersebut harus dilaksanakan oleh&lt;br /&gt;semua individu/personil yang bekerja di lembaga sertifikasi, termasuk anggota komite dan lembaga atau&lt;br /&gt;individu dari luar yang bekerja atas namanya. Informasi tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak yang tidak&lt;br /&gt;berwenang tanpa persetujuan tertulis dari organisasi atau individu dari mana informasi diperoleh, kecuali bila&lt;br /&gt;perundang-undangan mensyaratkan informasi tersebut harus diungkapkan. Bila lembaga sertifikasi disyaratkan&lt;br /&gt;oleh peraturan perundang-undangan untuk mengumumkan informasi tersebut, organisasi atau individu yang&lt;br /&gt;bersangkutan harus diberitahu sebelumnya tentang informasi yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.8 Keamanan&lt;br /&gt;Seluruh soal-soal ujian dan bahan-bahan yang terkait harus dipelihara dalam suatu lingkungan yang aman oleh&lt;br /&gt;LSP, atau subkontraktornya untuk melindungi kerahasiaan bahan-bahan tersebut selama masa pakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan untuk personil permanen atau yang dikontrak oleh lembaga sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.1 LSP harus menetapkan persyaratan kompetensi bagi personil permanen atau yang dikontrak yang terlibat&lt;br /&gt;dalam proses sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.2 LSP mewajibkan personil permanen atau yang dikontrak untuk menandatangai dokumen yang&lt;br /&gt;menyatakan komitmennya untuk memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh lembaga sertifikasi, termasuk hal-&lt;br /&gt;hal yang berkaitan dengan kerahasiaan dan kebebasan dari pengaruh komersial dan pengaruh lainnya dari&lt;br /&gt;setiap hubungan sebelum dan/atau saat ini dengan profesi yang diuji yang dapat mengkompromikan&lt;br /&gt;kenetralannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.3 Uraian tugas dan tanggung jawab yang terdokumentasi dengan jelas harus tersedia bagi setiap Profesi&lt;br /&gt;permanen atau yang dikontrak. Mereka harus dilatih sesuai dengan bidang tugasnya, sehingga yang&lt;br /&gt;bersangkutan menyadari pentingnya sertifikasi yang ditawarkan. Semua personil yang terlibat dalam setiap&lt;br /&gt;aspek kegiatan sertifikasi harus memiliki kualifikasi pendidikan, pengalaman dan keahlian teknis yang sesuai&lt;br /&gt;dengan kriteria kompetensi untuk tugas yang ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.4 LSP harus membuat dan memelihara dokumentasi mutakhir mengenai kualifikasi setiap personil.&lt;br /&gt;Informasi tersebut harus mudah diakses oleh personil permanen atau yang dikontrak dan harus mencakup:&lt;br /&gt;a) nama dan alamat;&lt;br /&gt;b) organisasi dan jabatannya;&lt;br /&gt;c) pendidikan, jenis dan status personil;&lt;br /&gt;d) pengalaman dan pelatihan yang relevan dengan bidang tugasnya;&lt;br /&gt;e) tanggung jawab dan kewajibannya dalam lembaga sertifikasi;&lt;br /&gt;f) penilaian kinerja;&lt;br /&gt;g) tanggal pemuktakhiran rekaman&lt;br /&gt;h) tanggal pemutakhiran rekaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2 Persyaratan Asesor Kompetensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2.1 Asesor kompetensi harus memenuhi persyaratan LSP berdasarkan persyaratan kompetensi yang berlaku&lt;br /&gt;dan dokumen relevan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pemilihan asesor yang ditugaskan untuk suatu ujian atau bagian dari suatu ujian harus dijamin&lt;br /&gt;bahwa asesor kompetensi tersebut minimal:&lt;br /&gt;a) mengerti skema sertifikasi yang relevan;&lt;br /&gt;b) memiliki pengetahuan yang cukup mengenai metode ujian dan dokumen ujian yang relevan;&lt;br /&gt;c) memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang yang akan diuji;&lt;br /&gt;d) mampu berkomunikasi dengan efektif baik secara lisan maupun tulisan dalam bahasa yang digunakan&lt;br /&gt;dalam ujian, dan&lt;br /&gt;e) bebas dari kepentingan apapun sehingga dapat melakukan penilaian (asesmen) dengan tidak memihak&lt;br /&gt;dan tidak diskriminatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2.2 Jika seseorang asesor kompetensi mempunyai potensi konflik kepentingan dalam ujian dengan calon,&lt;br /&gt;LSP harus mengambil langkah-langkah untuk menjamin bahwa kerahasiaan dan kenetralan ujian tidak&lt;br /&gt;dikompromikan (lihat 4.2.5). Langkah-langkah tersebut harus direkam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Proses sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1 Permohonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1.1 Berdasarkan permintaan pemohon, LSP harus memberikan uraian rinci yang mutakhir mengenai proses&lt;br /&gt;sertifikasi untuk setiap skema sertifikasi yang sesuai (termasuk biaya). Di samping itu LSP memberikan&lt;br /&gt;dokumen yang memuat persyaratan sertifikasi, hak pemohon, serta kewajiban profesi yang disertifikasi&lt;br /&gt;termasuk kode etik profesi (lihat 6.6.2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1.2 LSP harus mensyaratkan kelengkapan permohonan, yang ditandatangi oleh pemohon yang meminta&lt;br /&gt;sertifikasi dan mencakup:&lt;br /&gt;a) lingkup sertifikasi yang diajukan;&lt;br /&gt;b) pernyataan bahwa profesi yang bersangkutan setuju memenuhi persyaratan sertifikasi dan memberikan&lt;br /&gt;setiap informasi yang diperlukan untuk evaluasi;&lt;br /&gt;c) rincian kualifikasi yang relevan didukung dengan bukti dan rekomendasi;&lt;br /&gt;d) informasi umum pemohon, seperti nama, alamat dan informasi lain yang disyaratkan untuk identifikasi&lt;br /&gt;Profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2.1 LSP harus mengkaji ulang permohonan sertifikasi untuk menjamin bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LSP mempunyai kemampuan untuk memberikan sertifikasi sesuai ruang lingkup yang diajukan;&lt;br /&gt;LSP menyadari kemungkinan adanya kekhususan kondisi pemohon dan dengan alasan yang tepat dapat&lt;br /&gt;mengakomodasikan keperluan khusus pemohon seperti bahasa dan/atau ketidakmampuan (disabilities)&lt;br /&gt;lainnya;&lt;br /&gt;pemohon mempunyai pendidikan, pengalaman dan pelatihan yang disyaratkan dalam skema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2.2 LSP harus menguji kompetensi profesi berdasarkan persyaratan skema melalui satu atau lebih metode&lt;br /&gt;seperti tertulis, lisan, praktek, pengamatan atau cara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2.3 Ujian harus direncanakan dan disusun sedemikian rupa sehingga dapat menjamin bahwa semua&lt;br /&gt;persyaratan skema diverifikasi secara objektif dan sistematis dengan bukti terdokumentasi sehingga memadai&lt;br /&gt;untuk menegaskan kompetensi calon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2.4 LSP harus membuat prosedur pelaporan yang menjamin kinerja dan hasil evaluasi termasuk kinerja dan&lt;br /&gt;hasil ujian, yang didokumentasikan secara tepat dan dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3 Keputusan sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3.1 Keputusan sertifikasi yang ditetapkan untuk seorang calon oleh LSP harus berdasarkan informasi yang&lt;br /&gt;dikumpulkan selama proses sertifikasi. Personel yang membuat keputusan sertifikasi tidak boleh berperan&lt;br /&gt;serta dalam pelaksanaan ujian atau pelatihan calon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3.2 LSP harus memberikan sertifikasi kepada semua Profesi yang disertifikasi. LSP harus memelihara&lt;br /&gt;kepemilikan sertifikat. Sertifikat tersebut dapat dalam bentuk surat, kartu atau media lainnya, yang ditandatangi&lt;br /&gt;atau disahkan oleh Personel LSP yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3.3 Sertifikat tersebut minimal harus memuat informasi berikut:&lt;br /&gt;a) nama Personel yang disertifikasi dan nomor sertifikat;&lt;br /&gt;b) nama lembaga sertifikasi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;acuan persyaratan kompetensi atau dokumen relevan lain, termasuk hal-hal yang menjadi dasar dalam&lt;br /&gt;sertifikasi;&lt;br /&gt;ruang lingkup sertifikasi termasuk batasannya;&lt;br /&gt;tanggal efektif sertifikasi dan masa berlaku;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.4.1 LSP harus menetapkan proses survailen untuk memantau pemenuhan profesi yang disertifikasi dengan&lt;br /&gt;persyaratan skema sertifikasi yang relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.4.2 LSP harus memiliki prosedur dan aturan untuk pemeliharaan sertifikasi sesuai dengan skema sertifikasi.&lt;br /&gt;Aturan tersebut termasuk frekuensi dan cakupan kegiatan survailen harus disahkan oleh komite skema. Aturan&lt;br /&gt;tersebut harus cukup menjamin adanya evaluasi yang jujur untuk mengkonfirmasikan kompetensi Personel&lt;br /&gt;yang disertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.5 Sertifikasi ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.5.1 LSP harus menetapkan persyaratan sertifikasi ulang sesuai dengan persyaratan kompetensi dan&lt;br /&gt;dokumen relevan lain untuk menjamin bahwa profesi yang disertifikasi selalu memenuhi sertifikasi yang&lt;br /&gt;mutakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.5.2 LSP harus memiliki prosedur dan aturan untuk pemeliharaan sertifikat sesuai dengan skema sertifikasi.&lt;br /&gt;Aturan tersebut termasuk frekuensi dan cakupan kegiatan sertifikasi ulang harus disahkan oleh komite skema.&lt;br /&gt;Aturan tersebut harus cukup menjamin adanya evaluasi yang jujur untuk mengkonfirmasikan kompetensi&lt;br /&gt;profesi yang disertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.6 Penggunaan sertifikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.6.1 LSP harus mensyaratkan bahwa profesi yang disertifikasi menandatangani persetujuan untuk:&lt;br /&gt;a) memenuhi ketentuan skema sertifikasi yang relevan;&lt;br /&gt;b) menyatakan bahwa sertifikasinya hanya berlaku untuk ruang lingkup sertifikasi yang diberikan;&lt;br /&gt;c) tidak menyalahgunakan sertifikasi yang dapat merugikan LSP dan tidak memberikan persyaratan yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan sertifikasi yang menurut LSP dianggap dapat menyesatkan atau tidak sah;&lt;br /&gt;d) menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan sertifikasi yang memuat&lt;br /&gt;acuan LSP setelah dibekukan atau dicabut sertifikasinya serta mengembalikan sertifikat kepada LSP&lt;br /&gt;yang menerbitkannya, dan&lt;br /&gt;e) tidak menyalahgunakan sertifikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.6.2 Acuan sertifikasi yang tidak sesuai atau penyalahgunaan sertifikat dalam publikasi, katalog, dll, harus&lt;br /&gt;ditangani oleh LSP dengan tindakan perbaikan seperti penundaan atau pencabutan sertifikasi, pengumuman&lt;br /&gt;pelanggaran dan, jika perlu tindakan hukum lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;SUMBER :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; "&gt;&lt;a href="http://www.jurnalinsinyurmesin.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=29&amp;amp;Itemid=3" style="text-decoration: none; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;http://www.jurnalinsinyurmesin.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=29&amp;amp;Itemid=3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;http://cosaviora.blogspot.com/2011/05/lembaga-yang-melakukan-sertifikasi-di.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-7494209383047185126?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/7494209383047185126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/05/sertifikasi-keahlian-di-bidang-ti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/7494209383047185126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/7494209383047185126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/05/sertifikasi-keahlian-di-bidang-ti.html' title='Sertifikasi Keahlian Di Bidang TI'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-2198921838581167785</id><published>2011-05-18T00:18:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T00:21:20.457-07:00</updated><title type='text'>Jelaskan berbagai teknik estimasi pada suatu proyek sistem informasi.</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Estimasi merupakan sebuah proses pengulangan. Pemanggilan ulang estimasi yang pertama dilakukan selama fase definisi, yaitu ketika anda menulis rencana pendahuluan proyek. Hal ini perlu dilakukan,karena anda membutuhkan estimasi untuk proposal. Setelah fase analisis direncanakan ulang, anda harus memeriksa estimasi dan merubah rencana pendahuluan proyek menjadi rencana akhir proyek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;TEKNIK–TEKNIK ESTIMASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Ada tiga teknik yang digunakan untuk melakukan estimasi, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Keputusan Profesional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Katakanlah bahwa anda merupakan orang yang memiliki pengalaman yang luas dalam membuat program “report generation modules”. Anda melakukannya dengan pendekatan merancang report tersebut dan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat program tersebut. Setelah mempelajari rancangan program selama 5 menit, programmer lalu menutup matanya selama 5 menit (dia tidak tidur, tetapi berhitung), dan kemudian mengatakan “15 hari”. Inilah yang disebut Keputusan Profesional murni. Keuntungan dari teknik ini adalah cepat , dan jika seseorang sudah ahli dalam teknik ini, maka estimasinya pasti akan lebih akurat. Sedangkan kerugian dari teknik ini adalah bahwa anda membutuhkan seorang ahli yang berpengalaman dalam bidang ini, dan beberapa ahli tersebut akan bekerja keras untuk mendapatkan estimasi yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2. Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jalan keluar dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih khusus, yaitu anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama masing-masing tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Anda dapat membandingkan tuagas yang akan diestimasik dengan tugas yang sama yang dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. Hal ini dimaksudkan agar anda menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3. Rumus-rumus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Ada beberapa rumus yang digunakan dalam software estimasi. Software yang baik untuk diketahui adalah COCOMO (Referensi 15). COCOMO dapat digunakan untuk memperkirakan biaya proyek, usaha (person months), jadwal, dan jumlah staf untuk masing-masing fase berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;- Preliminary Design – our Analysis Phase&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;- Detailed Design (DD) – our Design Phase&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;- Code and Unit Tes (CUT) – same as ours&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;- System Test – our System Test and Acceptance Phase&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;ATURAN PERSETUJUAN ESTIMASI PADA DEC&lt;br /&gt;(DAN PERUSAHAAN BESAR LAINNYA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah perusahaan besar seperti DEC menggunakan pendekatanpendekatan&lt;br /&gt;ini ? Ya, mereka menggunakan rumus-rumus, tetapi mereka tetap mengikuti aturan berikut ini :&lt;br /&gt;• Jangan pernah menanyakan pada seseorang yang tidak&lt;br /&gt;berpengalaman untuk melakukan estimasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lakukan estimasi secara berkelompok, jika anda mampu&lt;br /&gt;menyediakan sumber daya manusianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan memaksa melakukan estimasi pada seseorang profesional,&lt;br /&gt;seperti programmer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan pernah mengambil rata-rata dari estimasi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Membagi persoalan menjadi bagian kecil secara mendetail selama&lt;br /&gt;satu minggu atau kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Selalu tambahkan (kalikan ?) untuk kejadian yang tidak pasti.&lt;br /&gt;Lihat bagian manajemen risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Selalu berikan jangka waktu ketika melakukan estimasi bagi&lt;br /&gt;manajer atau klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Gunakan naluri anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-2198921838581167785?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/2198921838581167785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/05/jelaskan-berbagai-teknik-estimasi-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/2198921838581167785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/2198921838581167785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/05/jelaskan-berbagai-teknik-estimasi-pada.html' title='Jelaskan berbagai teknik estimasi pada suatu proyek sistem informasi.'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-7614703510693156600</id><published>2011-05-05T09:12:00.000-07:00</published><updated>2011-05-05T09:16:45.076-07:00</updated><title type='text'>Model Pengembangan Standar Profesi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; color: rgb(47, 47, 47); font-size: 12px; line-height: 19px; "&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; color: rgb(204, 102, 204); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:6;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 22px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; color: rgb(204, 102, 204); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:6;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 22px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(153, 153, 153); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 12px; font-weight: normal; line-height: 24px; "&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;efinisi Profesi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya adalah para praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas mereka sebagai individu.&lt;br /&gt;Beberapa pengertian profesi menurut pendapat :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Ø  Winsley (1964)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna mengahadapi banyak tantangan baru, memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama, serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Ø  Schein E. H (1962)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Profesi merupakan suatu keahlian atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Ø  Hughes E. C (1963)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Ciri-ciri profesi menurut Winsley (1964) :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;•      Didukung oleh badan ilmu (body of knowledge) yang sesuai dengan bidangnya, jelas wilayah kerja keilmuannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;•      Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terancana, terus menerus dan bertahap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;•      Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui peundang-undangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;•      Peraturan dan ketentuan yang mengatur hidup dan kehidupan profesi serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan-peraturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:6;color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 22px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-size: 16px; font-weight: bold; "&gt;Standar Profesi ACM dan IEE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-weight: bold; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;ACM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-weight: bold; "&gt;&lt;/span&gt;ACM(Association for Computing Machinery) atau Asosiasi untuk Permesinan Komputer adalah sebuah serikat ilmiah dan pendidikan computer pertama didunia yang didirikan pada tahun 1947&lt;br /&gt;SIG dan ACM, mensponsori konferensi yang bertujuan untuk memperkenalkan inovasi baru dalam bidang tertentu.Tidak hanya mensponsori konferensi ,ACM juga pernah mensponsori pertandingan catur antara Garry Kasparov dan computer IBM DeepBlue. ACM telah menciptakan sebuah perpustakaan digital dimana ia telah membuat seluruh publikasi yang tersedia. ACM perpustakaan digital merupakan koleksi terbesar didunia informasi mengenai mesin komputasi dan berisi arsip jurnal ,majalah ,prosiding konferensi online,danisu-isu terkini ACM publikasi. Layanan online termasuk forum yang disebut Ubiquity dan TechNews mencerna,baik yang berisi informasi terbaru tentang dunia IT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Pesaing utama ACM adalah IEEE Computer Society.&lt;br /&gt;Perbedaan antara ACM dan IEEE adalah, ACM berfokus pada ilmu komputer teoritis dan aplikasi pengguna akhir, sementara IEEE lebih memfokuskan pada masalah-masalah hardware dan standardisasi. Cara lain untuk menyatakan perbedaan yaitu ACM adalah ilmuwan komputer dan IEEE adalah untuk insinyur listrik, meskipun subkelompok terbesar adalah IEEE Computer Society.&lt;br /&gt;ACM memiliki empat “Boards“ yaitu:&lt;br /&gt;1.publikasi,&lt;br /&gt;2.SIG Governing Board,&lt;br /&gt;3.pendidikan, dan&lt;br /&gt;4.Badan Layanan Keanggotaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;IEEE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;(Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah sebuah organisasi profesi nirlaba yang terdiri dari banyak ahli dibidang teknik yang mempromosikan pengembangan standar-standar dan bertindak sebagai pihak yang mempercepat teknologi- teknologi baru dalam semua aspek dalam industry dan rekayasa (engineering),yang mencakup telekomunikasi,jaringankomputer,kelistrikan, antariksa, danelektronika.&lt;br /&gt;Tujuan inti IEEE adalah mendorong inovasi teknologi dan kesempurnaan untuk kepentingan kemanusiaan.&lt;br /&gt;Visi IEEE adalah akan menjadi penting untuk masyarakat teknis global dan professional teknis dimana-mana dan dikenal secara universal untuk kontribusi teknologi dan teknis yang professional dalam meningkatkan kondisi perkembangan global. Standar dalam IEEE adalah mengatur fungsi ,kemampuan dan interoperabilitas dari berbagai macam produk dan layanan yang mengubah cara orang hidup, bekerja dan berkomunikasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Proses pembangunan IEEE standar dapat dipecah melalui tujuh langkah dasar yaitu:&lt;br /&gt;1.Mengamankan Sponsor,&lt;br /&gt;2.Meminta Otorisasi Proyek,&lt;br /&gt;3.Perakitan Kelompok Kerja,&lt;br /&gt;4.Penyusunan Standard,&lt;br /&gt;5.Pemungutan suara,&lt;br /&gt;6.Review Komite,&lt;br /&gt;7.Final Vote.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; text-align: justify; color: rgb(204, 102, 204); "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-weight: bold; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;2. Standar Profesi di Indonesia dan Regional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Untuk standar profesi di Indonesia dan regional dapat di ambil contoh mengenai standar profesi di bidang teknologi dan infomasi, dengan penjelasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan Pelaksanaan&lt;br /&gt;Berdasarkan perkembangan Teknologi Informasi secara umum, serta kebutuhan di Indonesia serta dalam upaya mempersiapkan diri untuk era perdagangan global. Beberapa usulan dituangkan dalam bab ini. Usulan-usulan tersebut disejajarkan dengan kegiatan SRIG-PS (SEARCC), dan IPKIN selaku perhimpunan masyarakat komputer dan informatika di Indonesia. Juga tak terlepas dari agenda pemerinta melalui Departemen terkait.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;img src="http://openstorage.gunadarma.ac.id/~mwiryana/IPKIN/SRIG-PS/st6_1.jpg" align="BOTTOM" border="1" height="247" width="421" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 4px; padding-right: 4px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-left-color: rgb(204, 204, 204); " /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Implementasi Standardisasi Profesi bidang TI di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang diusulan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Penyusunan kode etik profesiolan Teknologi Infomrasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Penyusunan Klasifikasi Pekerjaan (Job) Teknologi Informasi di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Penerapanan mekanisme sertifikasi untuk profesional TI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Penerapan sistem akreditasi untuk Pusat Pelatihan dalam upaya Pengembangan Profesi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Penerapan mekanisme re-sertifikasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Untuk memasyarakatkan stardisasi profesi dan sistem sertiikasi stersebut, maka harus dilakukan lebih banyak promosi dalam penyebaran standard kompetensi. Promosi akan dilakukan melalui radio, majalah, atau bahkan TV. Terlebih lagi, adalah penting untuk mempromosikan standard ini ke pada institusi pendidikan, teurtama Bagian Kurikulum, karena pendidikan Teknologi Informasi harus disesuaikan agar cocok dengan standard yang akan diterapkan dalam industri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-weight: bold; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;3. Standar Profesi di USA dan Kanada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Kode Etik Profesional&lt;br /&gt;Pejabat Keuangan Pemerintah Asosiasi dari Amerika Serikat dan Kanada adalah organisasi profesional pejabat publik bersatu untuk meningkatkan dan mempromosikan manajemen profesional sumber daya keuangan pemerintah dengan mengidentifikasi, mengembangkan dan memajukan strategi fiskal, kebijakan, dan praktek untuk kepentingan publik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Untuk lebih tujuan tersebut, aparat pemerintah membiayai semua diperintahkan untuk mematuhi standar hukum, moral, dan profesional perilaku dalam pemenuhan tanggung jawab profesional mereka. Standar perilaku profesional sebagaimana diatur dalam kode ini diwujudkan dalam rangka meningkatkan kinerja semua orang yang terlibat dalam keuangan publik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;1. Pribadi Standar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus menunjukkan dan didedikasikan untuk cita-cita tertinggi kehormatan dan integritas dalam semua hubungan masyarakat dan pribadi untuk mendapat rasa hormat, kepercayaan, dan keyakinan yang mengatur pejabat, pejabat publik lainnya, karyawan, dan masyarakat.&lt;br /&gt;• Mereka harus mencurahkan waktu, keterampilan, dan energi ke kantor mereka baik secara independen dan bekerja sama dengan profesional lainnya.&lt;br /&gt;• Mereka harus mematuhi praktek profesional disetujui dan standar yang dianjurkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;2. Tanggung jawab sebagai Pejabat Publik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus mengakui dan bertanggung jawab atas tanggung jawab mereka sebagai pejabat di sektor publik.&lt;br /&gt;• Mereka harus sensitif dan responsif terhadap hak-hak publik dan kebutuhan-kebutuhannya berubah.&lt;br /&gt;• Mereka harus berusaha untuk memberikan kualitas kinerja tertinggi dan nasihat.&lt;br /&gt;• Mereka akan bersikap bijaksana dan integritas dalam pengelolaan dana dalam tahanan mereka dan dalam semua transaksi keuangan.&lt;br /&gt;• Mereka harus menjunjung tinggi baik surat dan semangat undang-undang, konstitusi, dan peraturan yang mengatur tindakan mereka dan melaporkan pelanggaran hukum kepada pihak yang berwenang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;3. Pengembangan Profesional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;petugas pembiayaan Pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga kompetensi mereka sendiri, untuk meningkatkan kompetensi kolega mereka, dan untuk memberikan dorongan untuk mereka yang ingin memasuki bidang keuangan pemerintah. petugas Keuangan harus meningkatkan keunggulan dalam pelayanan publik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;4. Integritas Profesional – Informasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus menunjukkan integritas profesional dalam penerbitan dan pengelolaan informasi.&lt;br /&gt;• Mereka tidak akan sadar tanda, berlangganan, atau mengizinkan penerbitan pernyataan atau laporan yang berisi salah saji atau yang menghilangkan fakta material apapun.&lt;br /&gt;• Mereka harus menyiapkan dan menyajikan laporan dan informasi keuangan sesuai dengan hukum yang berlaku dan praktek yang berlaku umum dan pedoman.&lt;br /&gt;• Mereka harus menghormati dan melindungi informasi rahasia yang mereka memiliki akses berdasarkan kantor mereka.&lt;br /&gt;• Mereka harus sensitif dan responsif terhadap pertanyaan dari masyarakat dan media, dalam kerangka kebijakan pemerintah negara bagian atau lokal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;5. Integritas Profesional – Hubungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus bertindak dengan kehormatan, integritas, dan kebajikan dalam semua hubungan profesional.&lt;br /&gt;• Mereka harus menunjukkan kesetiaan dan kepercayaan dalam urusan dan kepentingan pemerintah yang mereka layani, dalam batas-batas Kode Etik ini.&lt;br /&gt;• Mereka tidak akan sadar menjadi pihak atau membiarkan aktivitas ilegal atau tidak layak.&lt;br /&gt;• Mereka harus menghormati hak, tanggung jawab, dan integritas dari rekan-rekan mereka dan pejabat publik lainnya dengan siapa mereka bekerja dan asosiasi.&lt;br /&gt;• Mereka harus mengatur semua hal personil dalam lingkup kewenangan mereka sehingga keadilan dan ketidakberpihakan mengatur keputusan mereka.&lt;br /&gt;• Mereka akan mempromosikan kesempatan kerja yang sama, dan dengan berbuat demikian, menentang diskriminasi, pelecehan, atau praktik yang tidak adil lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;6. Konflik Kepentingan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus secara aktif menghindari munculnya atau kenyataan benturan kepentingan.&lt;br /&gt;• Mereka harus melaksanakan tugas mereka tanpa bantuan dan harus menahan diri dari terlibat dalam hal-hal di luar kepentingan keuangan atau pribadi yang tidak sesuai dengan kinerja tidak memihak dan tujuan tugas mereka.&lt;br /&gt;• Mereka tidak akan, secara langsung atau tidak langsung, mencari atau menerima keuntungan pribadi yang akan mempengaruhi, atau tampaknya mempengaruhi, pelaksanaan tugas resmi mereka.&lt;br /&gt;• Mereka tidak akan menggunakan milik umum atau sumber daya untuk keuntungan pribadi atau politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;4.Standar Profesi di Eropa (Inggris, Jerman, Perancis)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh yang akan di bahas untuk standar profesi di Eropa adalah satndar profesi di bidang kedokteran.&lt;br /&gt;Etika adalah setua peradaban itu sendiri. Arti populer etika adalah bahwa hal itu adalah kode perilaku dianggap benar, terutama untuk kelompok tertentu, profesi atau individu. Etika yang terutama berkaitan dengan bagaimana orang harus bertindak. Banyak prinsip-prinsip etis didasarkan pada kombinasi sensitivitas, kesopanan dan ‘kuda-akal’.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="entry" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;WFOT Kode Etik ini dirancang untuk memberikan panduan luas bagi praktek terapi okupasi. Standar COTEC Praktek ini dimaksudkan untuk menyempurnakan etika yang spesifik dan rinci prinsip-prinsip lebih. Standar Praktek dan Kode Etik untuk profesi kami itu sangat erat terkait. Kedua Kode Etik dan Standar Praktek adalah metode yang ditetapkan atau perangkat peraturan yang berhubungan dengan bersikap dll, suatu situasi tertentu (Chambers 20th Century Dictionary 1983). Tujuan ini adalah untuk memberikan pernyataan publik prinsip yang ditetapkan untuk terapis okupasi dan siswa oleh badan profesional. Mereka menyediakan seperangkat pedoman yang spesifik untuk praktek yang membantu terapis okupasi membuat keputusan etis, dengan memperhatikan hak-hak klien. Pedoman saja tidak dapat diambil sebagai absolut, – mereka permintaan dari terapis okupasi kombinasi standar etika, nilai-nilai moral dan perilaku profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar Praktek dikembangkan oleh COTEC adalah kode sukarela yang dirancang untuk membantu Asosiasi Nasional untuk membangun dan mengembangkan kode nasional sesuai dengan standar Eropa praktek untuk terapis okupasi. Hal ini dimaksudkan untuk penerapan umum namun dapat dimodifikasi untuk daerah spesialis misalnya pediatri praktek, kepedulian masyarakat, dll psikiatri Jika ada kelompok seperti ingin melakukan ini, setiap dealth masalah dengan dalam Standar Praktek, harus diberikan dan bijaksana pertimbangan informasi karena mereka telah disertakan untuk relevansi mereka untuk satu atau kegiatan lain dari praktek profesional kami. Sangat penting bahwa isu-isu yang termasuk dalam Standar Praktek harus saat ini dan relevan dengan anggota profesi yang menggunakan atau untuk yang menggunakannya dimaksudkan.&lt;br /&gt;Standar COTEC Praktek adalah pernyataan kebijakan yang membantu untuk mengatur dan menjaga standar praktek profesional yang baik. Dalam kasus dimana keputusan harus dibuat mengenai perilaku tidak profesional dari seorang ahli terapi kerja, Kode dapat digunakan sebagai panduan untuk standar perilaku profesional yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Kita semua sekarang akrab dengan Instruksi Tinggi tentang Sistem Umum untuk pengakuan ijazah pendidikan tinggi (89/48/EEC). Pasal 6.1 dari Petunjuk ini menyatakan bahwa pejabat yang berwenang dari Negara Anggota host memerlukan seseorang mengambil profesi diatur untuk “melarang mengejar profesi bahwa dalam hal terjadi pelanggaran profesional yang serius”. Kelompok profesional ini memberikan kita alasan yang sangat baik untuk menetapkan standar untuk praktik profesional kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Wakil untuk COTEC diminta untuk memastikan bahwa, ketika kode sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa lainnya, hal itu dilakukan sehingga oleh penutur asli. Hal ini dianjurkan karena memiliki frase dan istilah yang kadang-kadang sulit diterjemahkan.&lt;br /&gt;Ada dua bagian utama dalam dokumen ini: -&lt;br /&gt;- Kode Etik Federasi Dunia Kerja Therapist&lt;br /&gt;- Standar Praktek dirancang oleh COTEC pada tahun 1991 dan sekarang diperbaharui pada tahun 1996.&lt;br /&gt;Disusun bersama dengan perwakilan dari Asosiasi Nasional oleh Kode Etik dan Standar Praktek Komite Dokumen Maria McGuinn (Ketua &amp;amp; Sekretaris) Judith Marti dan Dirk de Vylder.&lt;br /&gt;Kode Etik&lt;br /&gt;Kode Etik Federasi Dunia Kerja Therapist menggambarkan perilaku yang tepat terapis okupasi berlatih di semua bidang terapi pekerjaan. Karena semua Asosiasi Nasional Terapi Pekerjaan di Eropa adalah anggota atau anggota Associate WFOT maka dipandang tepat yang harus COTEC basis Standar Praktek pada kode ini.&lt;br /&gt;Pribadi atribut&lt;br /&gt;Pekerjaan terapis memiliki integritas pribadi, kehandalan, pikiran yang terbuka dan loyalitas berkaitan dengan konsumen dan bidang profesional keseluruhan.&lt;br /&gt;Tanggung jawab terhadap penerima Occupational Layanan Terapi&lt;br /&gt;Pekerjaan terapis pendekatan semua konsumen dengan hormat dan dengan memperhatikan untuk situasi masing-masing. Pekerjaan terapis akan tidak diskriminasi terhadap konsumen berdasarkan ras, warna kulit, cacat, cacat, asal-usul kebangsaan, umur, jenis kelamin, preferensi seksual, agama, keyakinan politik atau status dalam masyarakat. pribadi preferensi konsumen dan kemampuan untuk berpartisipasi akan diperhitungkan dalam perencanaan penyediaan layanan. Kerahasiaan informasi pribadi’s konsumen dijamin dan setiap rincian pribadi disampaikan hanya dengan persetujuan mereka.&lt;br /&gt;Perilaku dalam tim Terapi Pekerjaan dan dalam tim multidisiplin&lt;br /&gt;Pekerjaan terapis bekerja sama dan menerima tanggung jawab dalam satu tim dengan mendukung tujuan medis dan psikososial yang telah ditetapkan. terapis Kerja menyediakan laporan tentang kemajuan intervensi mereka dan memberikan anggota lain dari tim dengan informasi yang relevan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan pengetahuan profesional&lt;br /&gt;Pekerjaan terapis berpartisipasi dalam pengembangan profesional melalui belajar sepanjang hidup dan selanjutnya menerapkan diperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam kerja profesional mereka.&lt;br /&gt;Promosi profesi&lt;br /&gt;Pekerjaan terapis berkomitmen untuk perbaikan dan pengembangan profesi pada umumnya. Mereka juga prihatin dengan mempromosikan terapi okupasi yang lain masyarakat organisasi profesional, dan mengatur badan-badan di, nasional dan internasional tingkat regional.&lt;br /&gt;World Federation of Occupational Therapist: Komite Praktek Profesional; Maret 1990.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;Standar Praktek&lt;br /&gt;Konsumen&lt;br /&gt;Untuk tujuan Standar COTEC Praktek konsumen istilah digunakan untuk menjelaskan pasien, klien dan / atau wali. Hal ini juga termasuk mereka yang terapis kerja bertanggung jawab.&lt;br /&gt;1. Tanggung jawab terhadap penerima pelayanan terapi okupasi&lt;br /&gt;Arahan&lt;br /&gt;1.1. Konsumen harus dirujuk ke terapis kerja oleh dokter atau lembaga lain, seperti yang dipersyaratkan oleh hukum atau kebiasaan negara.&lt;br /&gt;1.2. Terapis harus menerima arahan kerja dianggap sesuai dan untuk itu mereka memiliki sumber daya terapeutik.&lt;br /&gt;1.3. Arahan menunggu penerimaan harus ditempatkan pada daftar tunggu atau dirujuk di tempat lain. Para konsumen dan pengarah harus diberitahu tentang tindakan yang diambil.&lt;br /&gt;1.4. Terapis kerja harus memberikan pertimbangan terhadap kebutuhan untuk merujuk konsumen di tempat lain. Terapis harus kerja, menginformasikan konsumen pelayanan yang sesuai atau fasilitas.&lt;br /&gt;Penilaian&lt;br /&gt;1.5. Terapis kerja harus bertanggung jawab untuk menilai konsumen yang telah diterima untuk pengobatan. Setiap episode pengobatan harus direncanakan, dilaksanakan dan diselesaikan dengan keterlibatan konsumen.&lt;br /&gt;1.6. Terapis kerja harus sering mengevaluasi dan meninjau perawatan dan memodifikasi program dalam respon terhadap penilaian ulang.&lt;br /&gt;Pengobatan&lt;br /&gt;1.7. Para terapis okupasi harus mempertahankan integritas profesional dan kebijaksanaan sepanjang proses intervensi.&lt;br /&gt;1,8. Para terapis kerja harus memastikan bahwa intervensi mereka berpusat konsumen.&lt;br /&gt;1.9. Terapis kerja harus memastikan bahwa diskriminasi terhadap konsumen tidak terjadi atas dasar ras, warna kulit, cacat, cacat, asal kebangsaan, usia, jenis kelamin, preferensi seksual, agama, keyakinan politik atau status dalam masyarakat atau alasan lain.&lt;br /&gt;1.10. Terapis pekerjaan harus, dengan informed consent dari konsumen, berusaha untuk menetapkan tujuan yang realistis bagi intervensi berdasarkan kerjasama terapeutik. konsumen harus diberitahu tentang sifat dan potensi hasil pengobatan.&lt;br /&gt;Sebuah Program Kualitas&lt;br /&gt;1.11. Ketika mengembangkan program jaminan kualitas yang efektif terapis kerja harus mempertimbangkan lima komponen penjaminan mutu, yaitu perilaku profesional, efektivitas, penggunaan sumber daya, manajemen risiko, kepuasan konsumen dengan layanan yang diberikan.&lt;br /&gt;1,12. Terapis kerja harus memelihara-diarahkan dan tujuan hubungan tujuan dengan semua konsumen dilayani.&lt;br /&gt;Pelepasan&lt;br /&gt;1.13. Terapis kerja harus menghentikan layanan ketika konsumen telah mencapai tujuan atau bila keuntungan maksimum yang telah diperoleh dari jasa terapi okupasi.&lt;br /&gt;1.14. Alasan untuk menghentikan pengobatan harus dijelaskan dengan jelas kepada konsumen.&lt;br /&gt;1,15. Terapis pekerjaan harus membuat pengaturan untuk penilaian ulang-up atau tindak lanjut dari konsumen dan dokumen ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;2. Records dan Laporan&lt;br /&gt;2.1. Dalam kaitan dengan pelaporan dan pencatatan informasi yang berkaitan dengan konsumen dan akses ke konsumen mencatat, ketentuan Kesehatan dan Kisah lain dan / atau pedoman dari otoritas mempekerjakan harus diamati.&lt;br /&gt;2.2. Data Protection Act membebankan kewajiban tertentu pada terapis kerja ketika menjaga informasi pribadi pada komputer tentang klien dan menganugerahkan hak kepada orang-orang pada siapa informasi tersebut disimpan.&lt;br /&gt;2.3. Setiap saat terapis okupasi harus melindungi dan menghormati bahan rahasia dan memastikan bahwa itu hanya diungkapkan mana yang sesuai untuk kepentingan konsumen.&lt;br /&gt;2.4. Persetujuan dari konsumen biasanya harus dicari sebelum – informasi tentang mereka diungkapkan di luar konteks terapi dan dalam hal paksaan hukum.&lt;br /&gt;2.5. Laporan dan catatan harus disimpan dengan aman sesuai dengan hukum negara. Mereka harus menyediakan data faktual, merekam informasi yang berkaitan dengan kegiatan profesional dan tanpa bias emosional. Mereka harus memberikan informasi bagi rekan-rekan profesional dan untuk tujuan hukum.&lt;br /&gt;2.6. Rekaman harus disimpan untuk memfasilitasi kajian dan analisis prosedur dan untuk mengukur efektivitas pengobatan. Terapis kerja harus mendokumentasikan konsumen kemampuan dan hasil pengobatan. Laporan harus dibuat.&lt;br /&gt;2.7. Layanan terapi okupasi harus mempersiapkan pernyataan tujuan yang komputer informasi tentang konsumen disimpan. Informasi seharusnya hanya digunakan sebagai diuraikan dalam laporan tujuan.&lt;br /&gt;2.8. Dalam layanan terapi okupasi semua komputer yang diselenggarakan informasi harus disimpan aman. Hanya staf yang berwenang harus memiliki akses untuk itu dan semua kertas limbah dan hasil cetak harus dibuang dengan hati-hati.&lt;br /&gt;2.9. Informasi Prosedur dalam pelayanan terapi okupasi harus di tempat untuk memastikan bahwa informasi yang akurat dan up-to-date.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;3. Keselamatan&lt;br /&gt;3.1. Terapis pekerjaan tidak boleh menyebabkan atau melakukan apa saja untuk membahayakan kesehatan dan keselamatan konsumen.&lt;br /&gt;3.2. Adalah penting bahwa peralatan yang tepat digunakan oleh terapis pekerjaan dalam perawatan.&lt;br /&gt;3.3. Terapis kerja harus mengambil semua tindakan pencegahan yang wajar dan harus memakai pakaian yang sesuai dan alas kaki.&lt;br /&gt;3.4. Terapis kerja harus mengenal dan mengamati ketentuan dalam Kesehatan dan Keselamatan Kis.&lt;br /&gt;3.5. perilaku yang berlebihan yang menyebabkan penderitaan kepada konsumen harus dilaporkan kepada agen sesuai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;4. Pengusaha&lt;br /&gt;4.1. Dimana pengusaha memiliki standar perilaku yang berbeda dibandingkan dengan kode ini terapis kerja harus jelas tentang ini dan implikasinya. (Namun lebih disukai bahwa semua tempat kerja mengakui Kode.&lt;br /&gt;4.2. Terapis kerja harus memenuhi pedoman yang ditetapkan oleh pemberi kerja sejauh ini kompatibel dengan etika profesional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;5. Promosi Profesi yang&lt;br /&gt;5.1. Pekerjaan terapis harus menawarkan dan / atau menyediakan layanan hanya dalam kompetensi mereka. Pekerjaan terapis harus mengakui keterampilan, pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk layanan yang kompeten.&lt;br /&gt;5.2. Pekerjaan terapis harus bertanggung jawab pribadi untuk kompetensi mereka. Dalam situasi dimana tambahan pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan, mereka harus: – lihat konsumen untuk terapis lain dan berkonsultasi dengan rekan-rekan.&lt;br /&gt;5.3. Terapis kerja harus selalu up to date dengan pengetahuan yang berkaitan dengan undang-undang, politik, sosial dan masalah-masalah budaya yang mempengaruhi profesi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;6. Hubungan Profesional&lt;br /&gt;6.1. Kebutuhan dan / atau tanggung jawab rekan harus dihormati oleh terapis kerja.&lt;br /&gt;.2. Terapis kerja harus berkonsultasi, bekerjasama dan berkolaborasi dengan rekan profesional mengenai tugas profesional.&lt;br /&gt;6.3. Kerja terapis harus memahami lingkup praktek staf pendukung dalam pelayanan terapi okupasi.&lt;br /&gt;6.4. Terapis kerja harus setia kepada terapis okupasi sesama tetapi, apabila diperlukan, laporan dan / atau perilaku tidak profesional banding.&lt;br /&gt;6.5. Dalam kasus pelanggaran Kode Etik sebuah laporan rahasia yang harus dilakukan kepada Badan Professional atau orang yang tepat dalam pengelolaan pelayanan.&lt;br /&gt;6.6. Non-warga negara harus menghormati kebiasaan dan budaya dari negara tuan rumah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;7. Penelitian dan Pengembangan&lt;br /&gt;7.1. Terapis kerja harus memberikan kredit untuk materi yang dipublikasikan saat digunakan.&lt;br /&gt;7.2. Terapis kerja harus melindungi privasi konsumen dalam bahan tertulis atau visual yang dapat digunakan di luar konteks terapi.&lt;br /&gt;7.3. Terapis kerja harus menghormati etika implikasi yang terlibat ketika melakukan penelitian.&lt;br /&gt;7.4. Peneliti harus memperhatikan ketentuan Kesehatan Kisah dan / atau peraturan otoritas mempekerjakan.&lt;br /&gt;7.5. Pekerjaan terapis harus mendasarkan praktek profesional mereka pada penelitian ditetapkan.&lt;br /&gt;7.6. Terapis kerja memiliki kewajiban untuk memperbarui dan meninjau pengetahuan profesional secara teratur dan sadar akan masalah-masalah hukum saat ini yang mempengaruhi praktek mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;8. Mewakili Profesi yang&lt;br /&gt;8.1. profesi harus akurat diwakili kepada konsumen, rekan profesional, mahasiswa dan masyarakat.&lt;br /&gt;8.2. Terapis kerja harus berusaha untuk membangun dan mengembangkan kualitas profesinya.&lt;br /&gt;8.3. Terapis kerja harus berkomitmen terhadap pendidikan masyarakat, konsumen, serta pendidikan tenaga kesehatan mengenai masalah-masalah kesehatan yang berada dalam lingkup kerja terapis.&lt;br /&gt;8.4. Terapis kerja harus menghindari perilaku yang berlebihan yang negatif mempengaruhi kinerja sebagai terapis kerja atau mencerminkan pada profesi. Ini mungkin termasuk penyalahgunaan zat atau melanggar hukum atau kegiatan kriminal dalam perjalanan praktek profesi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;9. Komersial&lt;br /&gt;9.1. Terapis pekerjaan dapat mengiklankan sesuai dengan praktek perawatan kesehatan diterima.&lt;br /&gt;9.2. Terapis okupasi dalam mempromosikan layanan swasta dapat melakukannya sesuai dengan praktek perawatan kesehatan.&lt;br /&gt;9.3. Terapis kerja di praktek swasta harus menetapkan biaya berdasarkan analisis biaya yang berhubungan dengan jasa yang diberikan.&lt;br /&gt;9.4. Terapis kerja harus menggunakan pertimbangan profesional ketika menyediakan dan / atau merekomendasikan produk komersial atau peralatan teknis.&lt;br /&gt;9.5. Pekerjaan terapis tidak harus meminta atau menerima komisi dari setiap perusahaan komersial sebagai hadiah / pembayaran untuk merekomendasikan produk dari perusahaan yang kepada konsumen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;10. Terapi Pekerjaan Pendidikan&lt;br /&gt;10.1. Pendidik terapis okupasi harus memastikan bahwa Pendidikan Minimum Standar Federasi Dunia Kerja Therapist terpenuhi.&lt;br /&gt;10.2. Pendidik harus memastikan bahwa siswa mendapatkan standar yang dapat diterima kompetensi profesional.&lt;br /&gt;10.3. standar pendidikan harus divalidasi oleh National Association. 1&lt;br /&gt;10.4. Kode Etik dan Standar Praktek harus dipromosikan dalam pendidikan terapis okupasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:130%;color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:130%;color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 102, 204); font-size: 12px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:130%;color:#333333;"&gt;&lt;div class="entry" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;http://www.cotec-europe.org/eng/35/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-7614703510693156600?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/7614703510693156600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/05/model-pengembangan-standar-profesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/7614703510693156600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/7614703510693156600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/05/model-pengembangan-standar-profesi.html' title='Model Pengembangan Standar Profesi'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-759329553280235734</id><published>2011-04-10T07:11:00.001-07:00</published><updated>2011-04-10T07:11:46.808-07:00</updated><title type='text'>langkah-langkah pemrograman</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 12px; line-height: 18px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px; "&gt;langkah-langkah pemrograman&lt;br /&gt;Tahapan-tahapan / langkah-langkah pemrograman yang diperlukan antara lain :&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px; "&gt;1. Output&lt;br /&gt;Sebelum kita membuat sebuah program, yang kita rancang dulu adalah bagaimana nanti keluarnya program itu, misal bagaimana nanti hasil print out nya, bagaimana nanti hasil laporan, apakah ada grafiknya? dan sebagainya…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px; "&gt;2. Input&lt;br /&gt;Setelah menentukan Output, kita harus menentukan Input yang akan dimasukkan kalau Outputnya seperti yang kita rancang, kira2 apa saja input yang diperlukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px; "&gt;3. Proses Pembuatan Program&lt;br /&gt;Dimulai dari pembuatan Context Diagram (CD) yaitu diagram awal sebuah sistem yang akan kita rancang, trus Data Flow Diagram (DFD) yaitu diagram pecahan / setelah decompose dari CD, DFD dibagi menjadi beberapa yaitu DFD level 1,2,3 dst. sampai yang kita inginkan. Untuk CD dikenal juga dengan DFD level 0. trus ada juga Entity Relation Diagram (ERD) diagram untuk menunjukan relasi dari tabel yang akan kita buat, lalu kita buat database yang diperlukan, setelah itu kita buat form.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px; "&gt;4. Interface&lt;br /&gt;Setelah selesai yang ketiga, lalu kita buat interface (tampilan) yang akan kita tampilkan pada program yang kita buat. Seperti mempercantik form, tampilan awal, dsb.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px; "&gt;5. Pengkodean (Coding)&lt;br /&gt;Yang terakhir adalah coding, ini merupakan tahapan terakhir pembuatan program sekaligus tahap paling membutuhkan ketelitian&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-759329553280235734?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/759329553280235734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/04/langkah-langkah-pemrograman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/759329553280235734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/759329553280235734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/04/langkah-langkah-pemrograman.html' title='langkah-langkah pemrograman'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-2988678883661158473</id><published>2011-03-23T00:13:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T00:23:02.242-07:00</updated><title type='text'>UU Republik Indonesia tentang Hak Cipta dan Tentang Telekomunikasi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px; "&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;* UU no 19 tentang Hak Cipta&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"    style="font-family:Tahoma;font-size:100%;color:#000080;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 15px; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"    style="font-family:Georgia;font-size:100%;color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma; font-size: 12px; line-height: 15px; color: rgb(0, 128, 0); -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 5px; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta menyatakan bahwa Hak Cipta adalah hak yang mengatur karya intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang dituangkan dalam bentuk yang khas dan diberikan pada ide, prosedur, metode atau konsep yang telah dituangkan dalam wujud tetap. Untuk mendapatkan perlindungan melalui Hak Cipta, tidak ada keharusan untuk mendaftarkan. Pendaftaran hanya semata-mata untuk keperluan pembuktian belaka. Dengan demikian, begitu suatu ciptaan berwujud, maka secara otomatis Hak Cipta melekat pada ciptaan tersebut. Biasanya publikasi dilakukan dengan mencantumkan tanda Hak Cipta ©.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 5px; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Perlindungan hukum terhadap pemegang Hak Cipta dimaksudkan sebagai upaya untuk mewujudkan iklim yang lebih baik bagi tumbuh dan berkembangnya semangat mencipta di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam Hak Cipta, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 5px; text-align: justify; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Pencipta&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;: adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu Ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 5px; text-align: justify; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Ciptaan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;: adalah hasil setiap karya Pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, atau sastra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 5px; text-align: justify; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Hak Cipta&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;: hak khusus bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan ? pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 5px; text-align: justify; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Pemegang Hak Cipta&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;: adalah Pencipta sebagai Pemilik Hak Cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut dari Pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 5px; text-align: justify; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Pengumuman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;: adalah pembacaan, penyiaran, pameran, penjualan, pengedaran, atau penyebaran suatu Ciptaan dengan menggunakan alat apa pun, termasuk media internet, atau melakukan dengan cara apa pun sehingga suatu Ciptaan dapat dibaca, didengar, atau dilihat orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 5px; text-align: justify; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Perbanyakan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;: adalah penambahan jumlah sesuatu Ciptaan, baik secara keseluruhan maupun bagian yang sangat substansial dengan menggunakan bahan-bahan yang sama ataupun tidak sama, termasuk mengalihwujudkan secara permanen atau temporer.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 5px; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family:verdana,geneva;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Lisensi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;: adalah izin yang diberikan oleh Pemegang Hak Cipta atau Pemegang Hak Terkait kepada pihak lain untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak Ciptaannya atau produk Hak terkaitnya dengan persyaratan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Perlindungan hak cipta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;pada UU no 19 ini,mengenai perlindungan hak cipta dimaksudkan untuk melindungi semua barang-barang atau ciptaan dari orang lain. Dimana pada perlindungan hak cipta ini pencipta barang atau apapun sudah memenuhi syarat laporan yang bersangkutan dengan UU no 19 ini, dimana pencipta membatasi siapa-siapa saja yang akan mengakses atau menggunakannya. Pada UU no 19 juga sudah mempunyai prosedur untuk membatasi siapa-siapa saja yang mengakses ciptaan tersebut. Pada dasarnya perlindungan hak cipta di Indonesia masih sangat kurang karena sedikitnya dukungan oleh teknologi informasi, seperti perlindungan lisensi dan security lainnyayang seharusnya dapat menunjang keabsahan hak cipta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Prosedur pendaftaran HAKI pada kemenkumham &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;prosedur pada pendaftaran HAKI pada kemenkumham ini harus memenuhi pasal-pasal yang berkaitan. Pada dasarnya pendaftaran hak cipta tidak hanya dilakukan pada kemenkumham tetapi juga perlu didaftarkan pada UNESCO, agar hasil karya kita terutama yang berhubungan dengan kebudayaan,hasil seni dan lain-lain tidak diambil atau di plagiat oleh orang lain bahkan negara lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;* UU no 39 tentang telekomunikasi :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Asas dan tujuan telekomunikasi&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;pada telekomunikasi diselenggarakan berdasarkan asas manfaat, adil dan merata. Disertai dengan kepastian hokum,keamanan,kemitraan,etika dan kepercayaan pada diri sendiri. Selain itu telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa. Serta meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintahan serta meningkatkan hubungan antar bangsa. Maka dari itu,dengan adanya asas dan tujuan telekomunikasi ini dengan semakin majunya teknologi komunikasi dapat membangun kesatuan dan persatuan bangsa yang tersebar dari ratusan pulau Indonesia, sesuai dengan prinsipnya menghilangkan keterbatasan dan jarak.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Keterbatasan UU telekomunikasi dalam mengatur penggunaan teknologi informasi&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;dengan adanya UU telekomunikasi di Indonesia, maka setiap penyelenggara jaringan dan penyelenggara jasa telekomunikasi di Indonesia dapat mengeerti dan memahami semua hal yang berhubungan dengan telekomunikasi dalam bidang teknologi informasi dimulai dari asas dan tujuan telekomunikasi, penyelenggaraan telekomunikasi penyidikkan, sangsi administrasi dan ketentuan pidana. Kalau soal keterbatasan UU telekomunikasi sepertinya tidak ada keterbatasan sama sekali, karena UU itu dibuat untuk meminimalkan hal-hal yang tidak kita inginkan, ditambah lagi di jaman modern sekarang. Karena penggunaan teknologi informasi sangat berpengaruh besar untuk negara kita,itu apa bila dilihat dari keuntungan buat negara kita karena kita dapat secara bebas memperkenalkan kebudayaan kita kepada negara-negara luar untuk menarik minat para turis asing.. jadi kita sebagai pengguna teknologi informasi dan komunikasi harus lebih bijak dan berhati-hati lagi dalam memanfaatkan teknologi ini dengan memperhatikan peraturan dan norma yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-2988678883661158473?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/2988678883661158473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/03/uu-republik-indonesia-tentang-hak-cipta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/2988678883661158473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/2988678883661158473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/03/uu-republik-indonesia-tentang-hak-cipta.html' title='UU Republik Indonesia tentang Hak Cipta dan Tentang Telekomunikasi'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-8760845932738733303</id><published>2011-02-22T09:45:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T09:52:30.191-08:00</updated><title type='text'>Makin Mengkhawatirkannya 'Cyber Crime' di Indonesia</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:10.5pt;margin-right:0in;margin-bottom: 10.5pt;margin-left:0in;line-height:13.5pt;mso-outline-level:2"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:13.5pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; font-weight: normal; line-height: 20px; "&gt;Modus operandi kejahatan 'dunia maya' (transaksi elektronik) di Indonesia telah pada tahap mengkhawatirkan dan merugikan banyak pihak, karena itu pemerintah dan DPR bertekad segera mensahkan RUU Informasi dan Traksaksi Elektronik (ITE).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;"Jika RUU itu disahkan maka akan menjamin kepastian hukum bagi masyarakat melakukan transaksi secara elektronik," kata Dirjen Aplikasi Telematika, Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) RI, Ir Cahyana Ahmadjayadi di Padang, Selasa (29/05).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Hal itu disampaikannya terkait pembahasan RUU ITE yang tengah dilakukan DPR-RI dan kini dalam tahap sosialisasi kepada publik dengan melibatkan pemerintah (Departemen Komunikasi dan Informasi RI).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Terkait pentingnya pengesahan RUU itu, menurut dia, Depkominfo bersama Pansus RUU ITE patut terus mensosialisasikannya kepada masyarakat, mengingat cakupan materi yang diatur dalam RUU merupakan sesuatu yang relatif baru bagi publik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Ia menjelaskan, pelanggaran hukum dalam transaksi elektronik di Indonesia merupakan fenomena yang sangat mengkhawatirkan saat ini. Pelanggaran itu meliputi kejahatan dalam bentuk tindakan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:#333333"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;carding, hacking, cracking, phising, viruses, cybersquaring&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:#333333"&gt;, pronografi, perjudian online dan transnasional crime.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Tindakan kejahatan itu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI) sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;mso-bidi-font-size:11.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;tools&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:#333333"&gt;dan penyebaran informasi destruktif seperti cara pembuatan dan penggunaan bom telah menjadi bagian dari aktivitas pelaku kejahatan melalui internet ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Terhadap berbagai kejahatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:#333333"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Cyber Crime&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;, pemerintah memandang RUU ITE sebagai instrumen yang mutlak diberlakukan bagi negara Indonesia, katanya. Hal itu, katanya, karena saat ini Indonesia kini menjadi satu negera yang telah menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi secara luas dan efisien, namun belum memiliki UU Cyber.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Ia menyebutkan, dalam sosialisasi kepada publik pada 17 daerah oleh Depkominfo dan Pansus DPR-RI tentang RUU ITE, mencuat banyak permintaan dari masyarakat agar RUU itu segera disahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Menurut dia, selain untuk menjamin kepastian hukum bagi masyarakat yang melakukan transaksi secara elektronik, desakan segera disahkannya RUU ini juga terkait manfaatnya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Alasan lain, RUU ini sebagai satu upaya mencegah terjadinya kejahatan berbasis teknologi informasi dan melindungi masyarakat pengguna jasa dengan memanfaatkan TI. Ia menyebutkan, terobosan baru dan penting dalam RUU ini meliputi, aturan tandatangan elektronik diakui memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tandatangan konvensional (memakai tinta basah atau materei).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Kemudian, alat bukti elektronik diakui seperti alat bukti lainnya yang diatur dalam KUHAP. UU ITE juga berlaku untuk tiap orang melakukan perbuatan hukum baik berada di wilayah Indonesia maupun luar negari namun memiliki akibat hukum di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;&lt;b&gt;Tanggapan :&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Pentingnya RUU ini segara disahkan, karena fakta menunjukkan masyarakat umumnya dan pihak perbankan khususnya telah melakukan transaksi seluruhnya menggunakan teknologi informasi sebagai alat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Berdasarkan data transaksi elektronik perbankan di Indonesia yang dikeluarkan BI tahun 2006 diketahui, jumlah transaksi melalui TI 1,027 miliar kali oleh 39,9 juta warga pemegang kartu elektronik dengan nilai mencapai Rp1.183,7 triliun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:#333333"&gt;Mengingat transaksi elektronik ini cenderung terus meningkat, maka sangat diperlukan payung hukum mengaturnya. Karena itu pengesahan RUU ITE menjadi penting dan mendesak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-8760845932738733303?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/8760845932738733303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/02/makin-mengkhawatirkannya-cyber-crime-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/8760845932738733303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/8760845932738733303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2011/02/makin-mengkhawatirkannya-cyber-crime-di.html' title='Makin Mengkhawatirkannya &apos;Cyber Crime&apos; di Indonesia'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-5611875822558668316</id><published>2010-11-17T21:44:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T21:46:46.112-08:00</updated><title type='text'>WBS PENJUALAN PENULISAN ILMIAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt: auto;text-align:center;line-height:normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;WBS PENJUALAN PENULISAN ILMIAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;WBS adalah proses heirarkis yang membagi pekerjaan proyek menjadi elemen - elemen pekerjaan yang lebih kecil penggunaan WBS membantu meyakinkan manajer proek bahwa semua produk dan elemen pekerjaan yang telah diidentifikasikan dan WBS digunakan sebagai basis pengendalian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:0in;margin-bottom:11.25pt;margin-left: 0in;line-height:12.0pt"&gt;Penjualan&lt;br /&gt;•    Penjualan Buku&lt;br /&gt;Semua transaksi penjualan baik dari aset Konsinyasi atau dari aset pribadi dilakukan difitur ini, dengan mengeluarkan nomor nota secara automatis dengan sistem hit counter, maka penjualan dapat dilakukan dengan sistematis. Data yang direkam antara lain adalah nomor-nomor nota, tanggal jual buku, Nama buku, Harga Buku serta diskon, jumlah total penjualan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:0in;margin-bottom:11.25pt;margin-left: 0in;line-height:12.0pt"&gt;Sistem ini juga menyediakan fasilitas cetak struk/kwitansi yang kemudian dijadikan arsip penjualan atau diberikan kepada pembeli dari bukti transaksi penjualan buku.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:0in;margin-bottom:11.25pt;margin-left: 0in;line-height:12.0pt"&gt;•    Daftar Penjualan Buku&lt;br /&gt;Fungsi utama fitur ini adalah Untuk melihat data buku yang sudah terjual.&lt;br /&gt;Dengan memasukan periode penjualan tertentu berdasarkan tanggal kita dapat melihat penjualan&lt;br /&gt;berdasarkan kategori Konsinyasi atau Aset Pribadi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:0in;margin-bottom:11.25pt;margin-left: 0in;line-height:12.0pt"&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan planning, estimating, dan scheduling :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Planning : identifikasi kegiatan (tanpa menetapkan waktu awal dan waktu selesai)&lt;br /&gt;* Estimating : menentukan ukuran dan durasi kegiatan&lt;br /&gt;* Scheduling : menambahkan waktu awal dan waktu akhir kegiatan serta menentukan resource&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah project planning :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menentukan tujuan dan ruang lingkup proyek&lt;br /&gt;* Memilih daur hidup perangkat lunak&lt;br /&gt;* Menentukan organization dan team form -&gt; kriteria yang diperlukan&lt;br /&gt;* Memulai seleksi tim : berdasarkan knowledge dan expertise (pengalaman)&lt;br /&gt;* Menentukan risiko : risiko kegagalan proyek, waktu, biaya, SDM&lt;br /&gt;* Membuat Work Breakdown Structure (WBS) : task-task pada point 2 diperinci, kalau terlalu lama bisa dipecah antara 8-80 jam&lt;br /&gt;* Identifikasi task&lt;br /&gt;* Estimasi ukuran : lamanya proyek, banyaknya tim, banyaknya fungsional&lt;br /&gt;* Estimasi effort : lamanya mengerjakan, biaya&lt;br /&gt;* Identifikasi task dependecy : membuat Gantt Chart&lt;br /&gt;* Assign resource : identifikasi staf-staf yang bertanggung jawab terhadap task&lt;br /&gt;* Schedule work&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pembuatan dan estimasi WBS : waktu (jadwal), pengelolaan, alat komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan activity dan task :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Activity : kumpulan task&lt;br /&gt;* Task : kerja terkecil yang tidak dapat dibagi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen-elemen proyek : fungsi, activity, task.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam WBS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Contract WBS (CWBS) : high level tracking, 2 atau 3 level pertama untuk progress report (RFP / RFQ)&lt;br /&gt;* Project WBS (PWBS) : lowest level tracking, dibuat untuk manajer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe-tipe WBS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Process WBS : activity-oriented. Contoh : requirement, analysis, design, coding, testing, maintenance&lt;br /&gt;* Product WBS : entity-oriented. Contoh : financial engine, interface, database&lt;br /&gt;* Hybrid WBS : gabungan antara process WBS dan product WBS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Work package adalah istilah umum untuk task-task diskrit dengan hasil akhir yang sudah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terjadi kemunduran waktu, jadwal proyek boleh direvisi.&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Helvetica&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#AAAAAA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-5611875822558668316?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/5611875822558668316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/11/wbs-penjualan-penulisan-ilmiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/5611875822558668316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/5611875822558668316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/11/wbs-penjualan-penulisan-ilmiah.html' title='WBS PENJUALAN PENULISAN ILMIAH'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-2850068444021826531</id><published>2010-11-04T23:35:00.000-07:00</published><updated>2010-11-04T23:44:36.866-07:00</updated><title type='text'>Tekhnologi yang terkait antar muka telematika</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Definisi antarmuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antarmuka pemakai (User Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi.&lt;br /&gt;user interface, berfungsi untuk menginputkan pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan sistem pakar (ES), menampilkan penjelasan sistem dan memberikan panduan pemakaian sistem secara menyeluruh step by step sehingga user mengerti apa yang akan dilakukan terhadap suatu sistem. Yang terpenting dalam membangun user interface adalah kemudahan dalam memakai/ menjalankan sistem, interaktif, komunikatif, sedangkan kesulitan dalam mengembangkan/ membangun suatu program jangan terlalu diperlihatkan.&lt;br /&gt;Antarmuka&lt;br /&gt;Pengertian antarmuka ( interface) adalah salah satu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Antarmuka adalah komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu Command Line Interface(CLI) danGraphical User Interface(GUI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Command Line Interface(CLI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CLI adalah tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Pengguna menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan baris-baris tertentu.&lt;br /&gt;Meskipun konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya. Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) memberi nama command.com atau Command Prompt. Sedangkan pada Windows Vista, Microsoft menamakannya PowerShell. Pengguna Linux mengenal CLI pada Linux sebagai terminal, sedangkan pada Apple namanya adalah commandshell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Graphical User Interface(GUI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP ( window, icon, menu, pointing device).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 6 macam fitur yang terdapat pada antarmuka pengguna telematika. Fitur-fitur itu antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Head Up Display System&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer, sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.Tangible User Interface&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.Computer Vision&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Computer Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.Browsing Audio Data&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video atau audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Jaringan video atau audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP&lt;br /&gt;• Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi&lt;br /&gt;• Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi&lt;br /&gt;• compile ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video atau audio data yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video atau audio data melalui Internet.&lt;br /&gt; Speech Recognition&lt;br /&gt;Dikenal dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition) merupakan suatu sistem yang dapat mengidentifikasi seseorang dari suara dimana merubah suara menjadi tulisan. Istilah ‘voice recognition’ digunakan untuk mengenali atau mengidentifikasi siapa yang berbicara, sedangkan istilah ‘Speech Recognition’ digunakan untuk mengidentifikasi apa yang diucapkannya.&lt;br /&gt; Speech Synthesis&lt;br /&gt;Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.Speech Recognition&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikenal juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition). Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan. Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan. Speech recognition merupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan pembicaraan siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6.Speech Synthesis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-2850068444021826531?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/2850068444021826531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/11/tekhnologi-yang-terkait-antar-muka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/2850068444021826531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/2850068444021826531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/11/tekhnologi-yang-terkait-antar-muka.html' title='Tekhnologi yang terkait antar muka telematika'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-7316292383534551051</id><published>2010-09-28T18:20:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T18:30:47.119-07:00</updated><title type='text'>Global Positioning System dalam Telematika</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Telematika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:&lt;br /&gt;Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Global Positioning System (GPS)&lt;/span&gt; adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS anatara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.&lt;br /&gt;Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa NAVSTAR adalah sebuah singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR adalah nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS). Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per tahun, termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.&lt;br /&gt;GPS Tracker atau sering disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time. GPS Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS untuk menentukan koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim ini menggunakan sejumlah satelit yang berada di orbit bumi, yang memancarkan sinyalnya ke bumi dan ditangkap oleh sebuah alat penerima. Ada tiga bagian penting dari sistim ini, yaitu bagian kontrol, bagian angkasa, dan bagian pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akurasi atau ketepatan perlu mendapat perhatian bagi penentuan koordinat sebuah titik/lokasi. Koordinat posisi ini akan selalu mempunyai ‘faktor kesalahan’, yang lebih dikenal dengan ‘tingkat akurasi’. Misalnya, alat tersebut menunjukkan sebuah titik koordinat dengan akurasi 3 meter, artinya posisi sebenarnya bisa berada dimana saja dalam radius 3 meter dari titik koordinat (lokasi) tersebut. Makin kecil angka akurasi (artinya akurasi makin tinggi), maka posisi alat akan menjadi semakin tepat. Harga alat juga akan meningkat seiring dengan kenaikan tingkat akurasi yang bisa dicapainya.&lt;br /&gt;Pada pemakaian sehari-hari, tingkat akurasi ini lebih sering dipengaruhi oleh faktor sekeliling yang mengurangi kekuatan sinyal satelit. Karena sinyal satelit tidak dapat menembus benda padat dengan baik, maka ketika menggunakan alat, penting sekali untuk memperhatikan luas langit yang dapat dilihat.&lt;br /&gt;Berkas:Akurasi 1.png&lt;br /&gt;Penjelasan sinyal satelit terhadap kondisi geografi&lt;br /&gt;Ketika alat berada disebuah lembah yang dalam (misal, akurasi 15 meter), maka tingkat akurasinya akan jauh lebih rendah daripada di padang rumput (misal, akurasi 3 meter). Di padang rumput atau puncak gunung, jumlah satelit yang dapat dijangkau oleh alat akan jauh lebih banyak daripada dari sebuah lembah gunung. Jadi, jangan berharap dapat menggunakan alat navigasi ini didalam sebuah gua.&lt;br /&gt;Karena alat navigasi ini bergantung penuh pada satelit, maka sinyal satelit menjadi sangat penting. Alat navigasi berbasis satelit ini tidak dapat bekerja maksimal ketika ada gangguan pada sinyal satelit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada banyak hal yang dapat mengurangi kekuatan sinyal satelit:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kondisi geografis&lt;/span&gt;, Selama kita masih dapat melihat langit yang cukup luas, alat ini masih dapat berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hutan.&lt;/span&gt; Makin lebat hutannya, maka makin berkurang sinyal yang dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Air. &lt;/span&gt;Jangan berharap dapat menggunakan alat ini ketika menyelam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kaca film mobil&lt;/span&gt;, terutama yang mengandung metal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alat-alat elektronik&lt;/span&gt; yang dapat mengeluarkan gelombang elektromagnetik.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gedung-gedung.&lt;/span&gt; Tidak hanya ketika didalam gedung, berada diantara 2 buah gedung tinggi juga akan menyebabkan efek seperti berada di dalam lembah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sinyal yang memantul&lt;/span&gt;, misal bila berada diantara gedung-gedung tinggi, dapat mengacaukan perhitungan alat navigasi sehingga alat navigasi dapat menunjukkan posisi yang salah atau tidak akurat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-7316292383534551051?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/7316292383534551051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/09/global-positioning-system-dalam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/7316292383534551051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/7316292383534551051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/09/global-positioning-system-dalam.html' title='Global Positioning System dalam Telematika'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-1666404199296719127</id><published>2010-06-11T08:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T08:14:55.410-07:00</updated><title type='text'>HACKER</title><content type='html'>komunitas TI Indonesia diguncang berita tertangkapnya pembobol situs KPU oleh pihak kepolisian yang dimotori oleh tim ahli Teknologi Informasi KPU. Berita ini sebetulnya tidakterlalu hebat jika tidak bernuansa politis, karena pembobolan situs memang sudah dilakukan berkali-kali oleh anak-anak muda genius yang dengan bangganya dapat menayangkan inspirasi mereka untuk diketahui semua orang.&lt;br /&gt;Pembobolan situs atau web server sebetulnya tergolong teknik tradisional, karena belakangan ini muncul teknik-teknik yang mampu mengobrak-abrik jaringan komputer atau Internetdengan cara yang lebih canggih dan tidak terpikirkan sebelumnya. Terjadinya pembobolan situs atau perusakan sistem memang akan terus terjadi, karena seperti halnya kehidupan di dunia ini, selalu berlomba antara polisi dan pencuri.&lt;br /&gt;Kalau kita lihat ke proses pembobolan situs KPU, yang salah adalah tim ahli TI KPU yang tidak sigap menutup semua lubang yang memungkinkan masuknya pembobol, karena pada kenyataannya keamanan suatu sistem itu tergantung pada manusia yang menjaga dan mengoperasikan sistem tersebut, bukan melulu kesalahan di perangkat atau si pembobolnya. Dari data Computer Security Institute yaitu lembaga binaan FBI di Amerika, 71% serangan ke dalam sistem jaringan komputer terjadi dari dalam. Artinya, yang menyebabkan orang luar dapat masuk ke sistem adalah kelalaian dari dalam sendiri, baik karena tidak melakukan pembaharuan sistem (patching) atau mengganti password secara berkala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hacking: Hackers and Victims (hacking: pelaku dan korban)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hacker dikategorikan kedalam beberapa kategori yang berbeda tergantung pada jenis kegiatan&lt;br /&gt;mereka. Kebanyakan hacker adalah para "script-kiddies" yang biasa menggunakan exploit atau&lt;br /&gt;program yang tersedia di internet untuk melancarkan aksi mereka [19]. Jika tujuan mereka adalah untuk kepentingan komersial atau kepentingan militer maka taruhannya menjadi lebih tinggi dan biasanya mereka akan memilih korban mereka dengan hati-hati. Alasan dibalik hacking sendiri bermacam-macam. Script kiddies biasanya akan melakukan "scanning" beberapa blok IP untuk mencari kemungkinan host yang "vulnerable" (bisa diserang) dan "White-hat" berarti jika seorang "hacker" berhasil dalam usahanya dan sebagai contoh berhasil masuk kedalam sebuah system yang bukan tanggung jawab dia, maka dia akan memberitahukan kepada system administrator mengenai celah keamanan yang terdapat di dalam system tersebut dan bagaimana cara menutup celah keamanan itu serta cara memperkuat host tersebut (host hardening). Tujuan dasarnya adalah untuk penelitian. "White-hat" biasanya adalah para "security professional" dan disewa untuk melakukan "system penetration" atau memberikan konsultasi keamanan jaringan. "Black-hat" adalah orang yang dipanggil "white-hat" sebagai "cracker" (pembongkar). Tujuan para "cracker" tidak selalu baik, mereka biasanya masuk kedalam suatu system untuk mencuri informasi atau mempersiapkan system itu untuk melakukan serangan terhadap system yang lain, "DDoS" sebagai contoh. "Black-hat" biasanya meninggalkan backdoor di system yang berhasil disusupi. Terdapat juga jenis "grey-hat" atau orang yang tidak merusak tapi sering menyusup kedalam system lain tanpa memberitahu kepada System administrator system tersebut apabila terdapat celah keamanan, mereka tidak terlalu merusak tapi juga tipe yang tidak terlalu diinginkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-1666404199296719127?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/1666404199296719127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/hacker.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/1666404199296719127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/1666404199296719127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/hacker.html' title='HACKER'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-4973517312474707252</id><published>2010-06-11T06:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T06:59:38.976-07:00</updated><title type='text'>Application Layer</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Application Layer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.&lt;br /&gt;Fungsi application layer antara lain:&lt;br /&gt;Sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.&lt;br /&gt;Pada sisi paling atas dari arsitektur protokol TCP/IP adalah Application Layer. Layer ini termasuk seluruh proses yang menggunakan transport layer untuk mengirimkan data. Banyak sekali application protocol yang digunakan saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KEGUNAAN APPLICATION LAYER :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-TELNET, yaitu Network Terminal Protocol, yang menyediakan remote login dalam jaringan.&lt;br /&gt;-FTP, File Transfer Protocol, digunakan untuk file transfer.&lt;br /&gt;-SMTP, Simple Mail Transfer Protocol, dugunakan untuk mengirimkan electronic mail.&lt;br /&gt;-DNS, Domain Name Service, untuk memetakan IP Address ke dalam nama tertentu.&lt;br /&gt;-RIP, Routing Information Protocol, protokol routing.&lt;br /&gt;-OSPF, Open Shortest Path First, protokol routing.&lt;br /&gt;-NFS, Network File System, untuk sharing file terhadap berbagai host dalam jaringan.&lt;br /&gt;-HTTP, Hyper Text Transfer Protokol, protokol untuk web browsing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi: proses tesrditribusi yang saling berkomunikasi &lt;br /&gt;*Berjalan di host user &lt;br /&gt;*Salin mempertukarkan message untuk menerapkan aplikasi &lt;br /&gt;*Mis. :email, file transfer, the Web&lt;br /&gt;Protokol application-layer &lt;br /&gt;*Salah satu bagian dari suatu aplikasi &lt;br /&gt;*Mendefinisikan messages yang dipertukarkan aplikasi dan tindakan yang diambil &lt;br /&gt;*Menggunakan layanan yang disediakan oleh protokol layer bawah &lt;br /&gt;Kegunaan-kegunaan lainnya :&lt;br /&gt;1.)    Sebagai Mail accses protocol.&lt;br /&gt;SMTP: pengiriman/penyimpanan ke server penerima &lt;br /&gt;Mail access protocol: pengambilan dari server&lt;br /&gt;POP: Post Office Protocol [RFC 1939]&lt;br /&gt;• authorization (agent &lt;--&gt;server) dan download &lt;br /&gt;IMAP: Internet Mail Access Protocol [RFC 1730]&lt;br /&gt;• Lebih banyak fitur (lebih complex)&lt;br /&gt;• Manipulasi message tersimpan di server &lt;br /&gt;HTTP: Hotmail , Yahoo! Mail, etc. &lt;br /&gt;2).  Sebagai MIME types&lt;br /&gt;Text,Contoh subtypes: plain, html&lt;br /&gt;Image , Contoh subtypes: jpeg, gif &lt;br /&gt;Audio ,Contoh subtypes: basic (8-bit mu-law encoded), 32kadpcm (32 kbps coding) &lt;br /&gt;Video ,Contoh subtypes: mpeg, quicktime &lt;br /&gt;Application,Contoh subtypes: msword, octet-stream&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-4973517312474707252?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/4973517312474707252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/application-layer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/4973517312474707252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/4973517312474707252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/application-layer.html' title='Application Layer'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-5682104804797339083</id><published>2010-06-08T00:56:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T01:06:01.259-07:00</updated><title type='text'>Cara saya mengkritik orang lain</title><content type='html'>Berbicara mengenai kritik, tentunya hampir semua kita pernah mengalami yang namanya di kritik. Dimana-mana yang namanya di kritik itu ga enak. Ada satu bagian dari diri kita yang rasanya tepojok dan tercabik, itulah ego. Karena ego, biasanya selalu melihat diri kita benar dan benar, sebaliknya orang lain yang salah. Begitu juga cara kita mengkritik orang lain, ada baiknya memperhatikan langkah-langkah berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertama-tama. kita harus pahami dan kuasai terlebih dahulu permasalahan yang akan kita kritisi tersebut. Sering saya melihat orang mengeluarkan pendapat atau opini atau kritik tanpa mengerti permaslahan sebenarnya, sehingga yang muncul adalah kesalah pahaman. Saya menyarankan, jika anda tidak mengerti atau tidak menguasai sebuah permasalahan lebih baik anda diam (tidak berpendapat/ mengkritik) dan mencari informasi tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cara Anda Mengkritik. Cara mengkritik merupakan sebuah media/ saluran bagi anda untuk menyampaikan kritik, opini atau uneg-uneg. Gunakanlah cara yang santun dan baik, selain itu jangan sampai anda menyampaikan kritik secara emosional serta gunakanlah bahasa yang baik dan tidak ambigu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menyesuaikan dengan Sikon. Jika akan mengkritik seseorang saya sarankan anda untuk melihat situasi dan kondisi orang tersebut, perhatikan mood/ suasana hati orang tersebut. Dan jangan sekali-kali anda menyampaikan kritik yang pedas di hadapan orang lain apalagi orang banyak. Selain membuat orang tersebut malu juga kurang etis, sampaikan kritik anda ketika orang tersebut sendiri dengan suasana hati yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika orang yang anda kritisi/ kritik mau merubah diri atau melakukan apa yang kita sarankan, jangan sekali-sekali anda merasa berjasa atau memiliki andil atas perubahan tersebut. Selain menimbulkan rasa ujub/ takabur, hal tersebut juga menunjukan secara tidak langsung bahwa diri andalah yang sesungguhnya harus dikritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan lupakan yang namanya ‘niat’, ketika anda mengkritisi atau memberi saran kepada orang lain niatkan sebagai ibadah dalam rangka ‘amal ma’ruf nahi munkar’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah menurut saya beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita akan menyampaikan saran/ kritik/ opini tentang apapun, hal ini saya yakini dapat meminimalisir kesalahpahaman dan mengurangi potensi konflik antara kita yang memberi kritik dengan yang kita kritik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-5682104804797339083?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/5682104804797339083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/cara-saya-mengkritik-orang-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/5682104804797339083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/5682104804797339083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/cara-saya-mengkritik-orang-lain.html' title='Cara saya mengkritik orang lain'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-1346617204220547287</id><published>2010-06-08T00:48:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T00:54:48.565-07:00</updated><title type='text'>Sikap saya dalam menghadapi kritikan</title><content type='html'>1. Tidak Bersikap Defense.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin Anda bersikap defense [bersikeras Andalah yang benar], semakin sakit yang Anda rasakan. Cobalah untuk menerima kritikan tersebut. Jangan serta merta merasa tersinggung, lantas segera mengunjungi balik blog pemberi kritikan dan mengungkapkan kekesalan Anda dengan berganti memberikan kritikan yang lebih pedas.&lt;br /&gt;Tenangkan diri Anda, baca baik-baik point yang dikritik. Hadapilah kritik sebagai suatu cara untuk Anda memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan Reaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik menyerang pengkritik Anda bukan solusi. Pikirkan terlebih dahulu apa yang harus Anda buat selanjutnya. Jika kritikan yang diajukan terhadap Anda memang bukan untuk kebaikan blog Anda, ada baiknya Anda abaikan saja.&lt;br /&gt;Tetapi jika yang diungkapkan itu adalah kebenaran: akuilah. Perbaiki yang yang bisa diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tunjukkan Kematangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mempertimbangkan apa yang Anda akan lakukan, hadapilah kritik dengan kedewasaan. Jawab kritikan dengan tindakan nyata: perbaikan terhadap masukan yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Segera Memperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan segera jika Anda tahu caranya. Carilah informasi dari tempat lain jika memang Anda tidak tahu cara memperbaiki sesuatu yang dikritikkan kepada Anda. Citra diri Anda akan baik karena tidak menanggapi kritikan dengan cara emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lakukan Komunikasi Dengan Pemberi Kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapkan terimakasih atas masukan yang diberikan kepada Anda. Bagaimanapun juga, hal itu bisa menjadi sarana yang Anda gunakan untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang masih ada ganjalan di hati Anda, sampaikan. Jangan menyimpan dendam. Kritik memang tidak menyenangkan bagi yang menerima, tetapi selesaikan sampai clear seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sembuhkan Diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang biasa melakukan kesalahan. Jangan merasa bahwa Anda satu-satunya orang yang pernah melakukan kesalahan. Toh, sudah Anda perbaiki bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kembali Blogging Sebagaimana Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritikan wajar saja diterima. Jika sudah selesai, lupakan. Kembali beraktifitas sebagaimana biasanya. Misalnya: menulis postingan, blogwalking ke rumah kawan-kawan, meninggalkan komentar dan menjalin persahabatan dengan blogger lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-1346617204220547287?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/1346617204220547287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/sikap-saya-dalam-menghadapi-kritikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/1346617204220547287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/1346617204220547287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/sikap-saya-dalam-menghadapi-kritikan.html' title='Sikap saya dalam menghadapi kritikan'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-56871242613500900</id><published>2010-06-08T00:37:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T00:46:56.970-07:00</updated><title type='text'>Seberapa mampukah saya dalam menilai waktu</title><content type='html'>Waktu memang tidak bisa terulang kembali, apa yang sudah terlewati tentunya tidak dapat kita putar kembali. Saya memandang waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Tidak bisa di beli dengan uang, dan tidak mungkin tergantikan dengan apapun. Kadang kalau saya suka menyia-nyiakan waktu,saya amat sangat menyesal. yang ada di pikiran saya "andai saja.. andai saja.. dan andai saja.." Sedangkan waktu tersebut sudah lewat. dan tak dapat terbahas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang pula, Saya merasa diri saya baru saja menjadi anak SMP,kemudian menjadi anak SMA,dan sekarang saya pun telah menjadi mahasiswi semester 6. Sungguh cepat waktu itu berlalu. Begitupun dengan orang-orang di sekitar saya,Ada yang baru datang..Dan ada pula yang telah pergi. Dalam hidup semua tak bisa lepas akan waktu. maka itu,saya ingin belajar untuk tidak mempergunakan waktu dengan sia-sia. Karna nantinya akan menjadi penyesalan di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan-harapan dan cita-cita saya pun semua hanya tinggal menunggu waktu. Semua ada waktunya. ada waktu menabur,ada waktu menuai. Jika saya mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya,maka ada waktunya pun semua akan terwujud apa yang saya harapkan. Dan apabila saya hanya menyia-nyiakan waktu,maka setiap waktu yang terlewati tidak akan ada artinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-56871242613500900?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/56871242613500900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/seberapa-mampukah-saya-dalam-menilai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/56871242613500900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/56871242613500900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/seberapa-mampukah-saya-dalam-menilai.html' title='Seberapa mampukah saya dalam menilai waktu'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-5701418798771096509</id><published>2010-06-08T00:24:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T00:34:26.701-07:00</updated><title type='text'>Kebaikan dan keburukan saya menurut teman saya..</title><content type='html'>Kebaikan:&lt;br /&gt;- murah senyum.&lt;br /&gt;- ramah dan tidak memilih-milih teman.&lt;br /&gt;- perhatian kepada teman.&lt;br /&gt;- humoris.&lt;br /&gt;- tidak pelit.&lt;br /&gt;- mudah memaafkan.&lt;br /&gt;- tidak suka bermusuhan.&lt;br /&gt;- bisa menghibur teman yang sedih.&lt;br /&gt;- bisa di percaya akan rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keburukan:&lt;br /&gt;- Tidak tepat waktu kalau janjian.&lt;br /&gt;- kadang suka bercanda kelewatan.&lt;br /&gt;- agak kekanak-kanakan.&lt;br /&gt;- tertutup akan dirinya.&lt;br /&gt;- suka menyimpan kesedihan sendirian.&lt;br /&gt;- labil dan plinplan.&lt;br /&gt;- lepas kontrol.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-5701418798771096509?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/5701418798771096509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/kebaikan-dan-keburukan-saya-menurut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/5701418798771096509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/5701418798771096509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/kebaikan-dan-keburukan-saya-menurut.html' title='Kebaikan dan keburukan saya menurut teman saya..'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-2007958604870635536</id><published>2010-06-08T00:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T00:23:26.668-07:00</updated><title type='text'>Cara saya meningkatkan softskill</title><content type='html'>Cara saya meningkatkan softskill antara lain,dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bergabung dengan organisasi atau membaur dengan teman-teman lain, untuk belajar berinteraksi juga menghargai orang lain.&lt;br /&gt;* Berdiskusi dan minta pada salah seorang anggota keluarga atau sahabat untuk meneliti kepribadian Saya dan menulis sisi baik dan buruk kepribadian Saya&lt;br /&gt;* Berusaha untuk tepat waktumengatur waktu dengan lebih baik&lt;br /&gt;* Berlatih menghadapi kritik dari orang lain,dan menjadikan kritik sebagai motifasi untuk lebih baik.&lt;br /&gt;* Berlatih cara memberi kritik dengan positif,tanpa menyinggung orang lain.&lt;br /&gt;* Berusaha untuk hidup dengan lebih baik,dan tidak merugikan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa cara yang mudah untuk meningkatkan interpersonal skill, karena bagaimanapun manusia pastinya akan berhubungan dengan manusia lainnya, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tersenyum, untuk meningkatkan energi positif.&lt;br /&gt;- Menghargai orang lain.&lt;br /&gt;- Belajar mendengarkan orang lain.&lt;br /&gt;- Berkomunikasi dengan jelas.&lt;br /&gt;- Penuhi diri dengan rasa humor.&lt;br /&gt;- Tidak sering mengeluh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-2007958604870635536?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/2007958604870635536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/cara-saya-meningkatkan-softskill.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/2007958604870635536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/2007958604870635536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/06/cara-saya-meningkatkan-softskill.html' title='Cara saya meningkatkan softskill'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-1041682384152486406</id><published>2010-05-13T22:48:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T22:52:57.987-07:00</updated><title type='text'>Proposisi</title><content type='html'>Dalam logika modern, suatu proposisi adalah apa yang dihasilkan dengan mengucapkan suatu kalimat. Dengan kata lain, hal ini merupakan arti dari kalimat itu, dan bukan kalimat itu sendiri. Kalimat yg berbeda dapat mengekspresikan proposisi yang sama, jika artinya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis Proposisi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kita perlu tahu apa itu proposisi, Pada saat terjadinya observasi empirik, di dalam pikiran tidak hanya terbentuk pengertian saja tetapi juga terjadi perangkaian dari term – term itu. Tidak pernah ada pengertian yang berdiri sendiri dalam pikiran. Rangkaian pengertian itulah yang disebut dengan proposisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposisi dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Proposisi berdasarkan bentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-      Proposisi bentuk tunggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah proposisi yang terdiri atas satu subyek dan satu predikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contohnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adik menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S          P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   proposisi bentuk majemuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu proposisi yang terbentuk atas satu subjek dan lebih dari satu predikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yuli belajar menyanyi dan belajar bermain gitar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S                  P                                              P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. proposisi berdasarkan sifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   proposisi kategorial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah antara hubungan subjek dan predikat tidak memerlukan syarat khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang memiliki nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-      Proposisi kondisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk proposisi kondisional dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kondisional hipotesis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merupakan suatu proposisis yang terjadi akibat adanya hubungan sebab akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika matahari terbenam langit akan menjadi gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kondisional disjungtive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merupakan proposisis yang mengandung pilihan atau alternative untuk dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Sukarno dapat disebut presiden pertama atau pejuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Proposisi berdasarkan kualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-      Proposisi kualitas positif/afirmatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana pada proposisi ini terdapat persesuaian antara subjek dan predikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dokter adalah orang pandai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-      Proposisi kualitas negative&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;proposisi dimana tidak terdapat kesesuaian antara subjek dan predikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak satupun laki-laki yang melahirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Proposisi berdasarkan kuantitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-      Proposisi kuantitas universal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan proposisi yang biasanya diawali dengan kata yang menunjukkan sesuatu itu umum, misalnya semua,  seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hewan karnivora memakan daging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-      Proposisi kuantitas spesifik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan proposisi yang diawali dengan kata yang menyatakan sebagian atau sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian karyawan PT.Anugerah bertempat tinggal di Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-1041682384152486406?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/1041682384152486406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/05/proposisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/1041682384152486406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/1041682384152486406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/05/proposisi.html' title='Proposisi'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-6083722548320248319</id><published>2010-05-10T00:31:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T00:41:29.810-07:00</updated><title type='text'>Softskill dan Perilaku Korupsi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Softskill&lt;/span&gt; merupakan suatu ketrampilan khusus yang dimiliki setiap individu, yang bersifat abstrak atau tidak terlihat yang menentukan kemampuan seseorang sebagai pemimpin, di lain pihak soft skills juga dapat sebagai pendengar, negosiator, dan mediator konflik,dalam soft kita harus mengasanya,karena kemampuan itu yg sebenarnya sangat dibutuhkan oleh seorang manusia dalam bersosialisasi.&lt;br /&gt;soft skill juga merupakan seperangkat kemampuan yang mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain. Soft skills memuat komunikasi efektif, berpikir kreatif dan kritis, membangun tim, serta kemampuan lainnya yang terkait kapasitas kepribadian individu. Tujuan dari pelatihan soft skills adalah memberikan kesempatan kepada individu untuk untuk mempelajari perilaku baru dan meningkatkan hubungan antar pribadi dengan orang lain. Soft skills memiliki banyak manfaat, misalnya pengembangan karir serta etika profesional. Dari sisi organisasional, soft skills memberikan dampak terhadap kualitas manajemen secara total, efektivitas institusional dan sinergi inovasi. Esensi soft skills adalah kesempatan. Soft Skill sebenarnya dapat menjadi penentu kesuksesan seseorang. Keterampilan seseorang dalam mengatur dirinya sendiri untuk pengembangan kerja secara optimal.&lt;br /&gt;Manfaat Soft skill:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Motivasi&lt;br /&gt;* Pengambilan keputusan menggunakan keterampilan&lt;br /&gt;* Menggunakan kemampuan memecahkan masalah&lt;br /&gt;* Amati bentuk etiket&lt;br /&gt;* Berhubungan dengan orang lain&lt;br /&gt;* Menjaga berarti percakapan (basa-basi)&lt;br /&gt;* Menjaga percakapan bermakna (diskusi / perdebatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Soft Skill :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kemampuan bekerja sama&lt;br /&gt;* Kemampuan beradaptasi&lt;br /&gt;* Toleran&lt;br /&gt;* Hormat terhadap sesama&lt;br /&gt;* Kemampuan mengambil keputusan&lt;br /&gt;* Kemampuan memecahkan masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Korupsi &lt;/span&gt;berasal dari bahasa latin, Corruptio-Corrumpere yang artinya busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik atau menyogok. Korupsi menurut Huntington (1968) adalah perilaku pejabat publik yang menyimpang dari norma-norma yang diterima oleh masyarakat, dan perilaku menyimpang ini ditujukan dalam rangka memenuhi kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-Macam Korupsi&lt;br /&gt;Korupsi telah didefinisikan secara jelas oleh UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 dalam pasal-pasalnya. Berdasarkan pasal-pasal tersebut, terdapat 33 jenis tindakan yang dapat dikategorikan sebagai korupsi. 33 tindakan tersebut dikategorikan ke dalam 7 kelompok yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Korupsi yang terkait dengan merugikan keuangan Negara&lt;br /&gt;   2. Korupsi yang terkait dengan suap-menyuap&lt;br /&gt;   3. Korupsi yang terkait dengan penggelapan dalam jabatan&lt;br /&gt;   4. Korupsi yang terkait dengan pemerasan&lt;br /&gt;   5. Korupsi yang terkait dengan perbuatan curang&lt;br /&gt;   6. Korupsi yang terkait dengan benturan kepentingan dalam pengadaan&lt;br /&gt;   7. Korupsi yang terkait dengan gratifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dari pernyataan softskill dan korupsi diatas dapat disimpulkan bahwa sesorang yang memiliki softskill akan lebih berhati-hati dalam bertindak. Dan berfikir berulang kali jika ingin melakukan tindakan korupsi. Para koruptor yang melakukan tindakan korupsi menunjukkkan bahwa ia tidak memiliki softskill yang cukup dalam bertindak sehingga dapat melakukan korupsi dimana tindakan tersebut dapat merugikan negara dan masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-6083722548320248319?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/6083722548320248319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/05/softskill-dan-perilaku-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/6083722548320248319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/6083722548320248319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/05/softskill-dan-perilaku-korupsi.html' title='Softskill dan Perilaku Korupsi'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-5736535155602586946</id><published>2010-05-09T23:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T22:47:11.702-07:00</updated><title type='text'>80% Dusta di Akhir Pekan ( contoh artikel proposisi )</title><content type='html'>Akhir pekan sebetulnya saat paling gawat bagi setiap hubungan. Betapa tidak, sekitar 80% 1pasangan kerap berdusta di akhir pekan. Mungkin pasangan Anda termasuk diantaranya?. Akhir pekan yang seharusnya menjadi saat paling indah untuk berdua, kadang berubah menjadi momok yang menakutkan. Betapa tidak, ternyata berbagai peristiwa yang menegangkan pikiran, justru banyak terjadi di saat itu.&lt;br /&gt;Salah satunya seperti yang digambarkan hasil studi berikut. Sekitar 80% pasangan, ternyata kerap berdusta di akhir pekan –dan hari libur lain. Entah dusta untuk kepentingan sendiri, ataupun berdusta untuk kebahagiaan bersama. Tapi, bila kita meminjam petuah pakar relationship Al Cooper, 2dusta merupakan awal dari keretakan hubungan. Apapun jenisnya. 3Dusta bisa memicu pertengkaran, 4yang pada akhirnya hubungan suami istri akan membuahkan perpisahan atau perceraian.&lt;br /&gt;Memang tidak semua pasangan begitu. Terlebih, tak semua pasangan punya temperamen tinggi dan mudah tersulut amarah. Lagi pula, kalau emosi sedang meluap, pertengkaran bisa terjadi kapan saja. Namun, “Disadari atau tidak, umumnya perselisihan akan meluap hingga terjadi pertengkaran hebat di akhir pekan atau ketika liburan,” kutip majalah terbitan Italia, Riza Psicosomatica. Kenapa bisa begitu?&lt;br /&gt;Hari libur adalah saat dimana 5pasangan bisa bertemu dan berkumpul, 6saat mereka punya kesempatan bicara atau berdiskusi tentang banyak hal, termasuk yang tak mengenakkan. “Tidak sedikit pasangan yang merasa tertekan dibuatnya.” Bila tak bisa menahan diri, maka akhir pekan itu akan berubah menjadi ajang pertengkaran dan mungkin perpisahan. “Karena di akhir pekan, akumulasi beban stres dan emosi sedang pada puncak-puncaknya.”&lt;br /&gt;Pada saat itu, orang cenderung lebih sensitif dan posesif. “Sehingga mudah teruslut untuk mengambil keputusan ekstrim.” Oleh sebab itu, pandai-pandailah menjaga perasaan masing-masing di hari libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan proposisi dalam artikel ini :&lt;br /&gt;1. pasangan kerap berdusta merupakan Proposisi Bentuk Tunggal&lt;br /&gt;2. dusta merupakan awal dari keretakan hubungan merupakan Proposisi Sifat kategorial&lt;br /&gt;3. Dusta bisa memicu pertengkaran merupakan Proposisi Sifat kategorial&lt;br /&gt;4. yang pada akhirnya hubungan suami istri akan membuahkan perpisahan atau perceraian merupakan Proposisi Kondisional disjunktif&lt;br /&gt;5. pasangan bisa bertemu dan berkumpul merupakan Proposisi Bentuk majemuk&lt;br /&gt;6. saat mereka punya kesempatan bicara atau berdiskusi merupakan Proposisi Bentuk majemuk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-5736535155602586946?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/5736535155602586946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/05/80-dusta-di-akhir-pekan-contoh-artikel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/5736535155602586946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/5736535155602586946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/05/80-dusta-di-akhir-pekan-contoh-artikel.html' title='80% Dusta di Akhir Pekan ( contoh artikel proposisi )'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-4887570917472895091</id><published>2010-03-22T01:09:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T01:14:46.784-07:00</updated><title type='text'>Pengertian Kalimat dan Unsur Kalimat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalimat&lt;/span&gt; adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dapat dibagi-bagi lagi berdasarkan jenis dan fungsinya yang akan dijelaskan pada bagian lain. Contohnya seperti kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat pasif, kalimat perintah, kalimat majemuk, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah contoh kalimat secara umum :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Joy Tobing adalah pemenang lomba Indonesian Idol yang pertama.&lt;br /&gt;- Pergi!&lt;br /&gt;- Bang Napi dihadiahi timah panas oleh polisi yang mabok minuman keras itu.&lt;br /&gt;- The Samsons sedang konser tunggal di pinggir pantai ancol yang sejuk dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti. Unsur-unsur inti kalimat antara lain SPOK :&lt;br /&gt;- Subjek / Subyek (S)&lt;br /&gt;- Predikat (P)&lt;br /&gt;- Objek / Obyek (O)&lt;br /&gt;- Keterangan (K)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalimat Lengkap dan Kalimat Tidak Lengkap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kalimat Lengkap&lt;br /&gt;Kalimat lengkap adalah kalimat yang setidaknya terdiri dari gabungan minimal satu buah subyek dan satu buah predikat. Kalimat Majas termasuk ke dalam kalimat lengkap. Contoh kalimat Lengkap :&lt;br /&gt;- Presiden SBY (S) membeli (P) buku gambar (O)&lt;br /&gt;- Si Jarwo (S) Pergi (P)&lt;br /&gt;- PKI (S) digagalkan (P) TNI (O)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalimat Tidak Lengkap&lt;br /&gt;Kalimat tidak lengkap adalah kamilat yang tidak sempurna karena hanya memiliki sabyek saja, predikat saja, objek saja atau keterangan saja. Kalimat tidak lengkap dapat berupa semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan, larangan, sapaan dan kekaguman. Contoh kalimat tak lengkap :&lt;br /&gt;- Selamat sore&lt;br /&gt;- Silakan Masuk!&lt;br /&gt;- Kapan menikah?&lt;br /&gt;- Hei, Kawan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-4887570917472895091?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/4887570917472895091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/03/pengertian-kalimat-dan-unsur-kalimat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/4887570917472895091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/4887570917472895091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/03/pengertian-kalimat-dan-unsur-kalimat.html' title='Pengertian Kalimat dan Unsur Kalimat'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-5221710511283433285</id><published>2010-03-22T00:59:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T01:08:21.587-07:00</updated><title type='text'>3 Bagian Kerangka Karangan Dalam Menulis Tulisan / Karya Tulis - Unsur Pokok Utama &amp; Penting Membuat Tulisan - Bahasa Indonesia</title><content type='html'>Dalam setiap karangan biasanya terdiri atas tiga bagian struktur pokok atau kerangka karangan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pendahuluan adalah bagian yang menjelaskan tema yang akan diterangkan pada karya tulis tersebut secara padat, jelas dan ringkas kepada para pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Puncak / Klimaks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian klimaks adalah bagian di mana konflik cerita yang terjadi di antara tokoh-tokoh muncul. Kejadian dalam konflik bisa bermacam-macam bentuknya mulai dari yang ringan sampai yang rumit, dari yang sekali hingga yang berkali-kali dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyelesaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Penyelesaian adalah bagian yang berisi jawaban penyelesaian dari konflik dalam cerita. Kesimpulan akhir cerita bisa berakhir bahagia dan bisa pula berkhir tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan&lt;br /&gt;- Membuat Karangan Karya Sastra yang Baik :&lt;br /&gt;a. Jelas dan padat bahasanya serta gaya bahasa yang menarik.&lt;br /&gt;b. Judul cerita yang menarik untuk menarik perhatiaan&lt;br /&gt;c. Judul dengan isi tulisan harus sesuai dan nyambung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-5221710511283433285?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/5221710511283433285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/03/3-bagian-kerangka-karangan-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/5221710511283433285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/5221710511283433285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/03/3-bagian-kerangka-karangan-dalam.html' title='3 Bagian Kerangka Karangan Dalam Menulis Tulisan / Karya Tulis - Unsur Pokok Utama &amp; Penting Membuat Tulisan - Bahasa Indonesia'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-8918665118001066338</id><published>2010-03-22T00:48:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T00:51:00.508-07:00</updated><title type='text'>4 pola hubungan subyek dan predikat.</title><content type='html'>4 pola hubungan S+P:&lt;br /&gt;1. Semua subjek adalah bukan semua Predikat&lt;br /&gt;Contoh kalimat:&lt;br /&gt;a. Semua hewan adalah bukan semua harimau&lt;br /&gt;b. Semua dosen adalah bukan semua laki-laki&lt;br /&gt;c. Semua mobil adalah bukan semua sedan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. A. Semua subjek adalah predikat&lt;br /&gt;Contoh kalimat:&lt;br /&gt;a. Semua ayah adalah kepala rumah tangga&lt;br /&gt;b. Semua ibu adalah wanita&lt;br /&gt;c. Semua manusia adalah ciptaan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sebagian subjek adalah predikat&lt;br /&gt;a. Sebagian wanita adalah memakai kerudung&lt;br /&gt;b. Sebagian dosen Universitas Gunadarma adalah laki-laki&lt;br /&gt;c. Sebagian dokter kandungan adalah laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak adapun subjek adalah predikat&lt;br /&gt;a. Tidak ada satupun wanita adalah berkumis&lt;br /&gt;b. Tidak satupun manusia adalah hewan&lt;br /&gt;c. Tidak ada satupun manusia adalah bisa hidup sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. A. Sebagian subjek adalah sebagian predikat&lt;br /&gt;a. Sebagian manusia adalah sebagian wanita&lt;br /&gt;b. Sebagian hewan adalah sebagian hidup di air&lt;br /&gt;c. Sebagian wanita adalah sebagian berkerudung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-8918665118001066338?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/8918665118001066338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/03/4-pola-hubungan-subyek-dan-predikat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/8918665118001066338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/8918665118001066338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/03/4-pola-hubungan-subyek-dan-predikat.html' title='4 pola hubungan subyek dan predikat.'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-5433918167019755972</id><published>2010-02-09T05:40:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T05:50:12.717-08:00</updated><title type='text'>Tugas Bahasa Indonesia 2,Minggu ke-1.</title><content type='html'>SOAL :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Mengapa kita harus belajar Bahasa Indonesia?&lt;br /&gt;2). Apa saja Softskill yang saya butuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Karena Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia, Dan Bahasa persatuan Bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia adalah bahasa kerja (working language).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang linguistika, Bahasa Indonesia adalah suatu varian bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19, namun mengalami perkembangan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja dan proses pembakuan di awal abad ke-20. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saat ini dipahami oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia tidak menduduki posisi sebagai bahasa ibu bagi mayoritas penduduknya. Sebagian besar warga Indonesia berbahasa daerah sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Namun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di surat kabar, media elektronika, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). - Pembimbing Akademik/Wali Mahasiswa&lt;br /&gt;    - Penerapan KBK (pendekatan SCL)&lt;br /&gt;    - Pelaksanaan Model Pembelajaran Kreatif dan Inovatif Pendamping Kemahasiswaan&lt;br /&gt;    - Pembina Unit Kegiatan mahasiswa&lt;br /&gt;    - Bimbingan dan Konseling&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-5433918167019755972?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/5433918167019755972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/02/tugas-bahasa-indonesia-2minggu-ke-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/5433918167019755972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/5433918167019755972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2010/02/tugas-bahasa-indonesia-2minggu-ke-1.html' title='Tugas Bahasa Indonesia 2,Minggu ke-1.'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-4071445105022674811</id><published>2009-12-18T20:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T20:52:12.458-08:00</updated><title type='text'>Outline Kerangka karangan.</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;soal :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jelaskan pengertian kerangka karangan/outline ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jelaskan manfaat outline ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jelaskan langkah-langkah menyusun outline ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebutkan macam-macam outline ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;jawab :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kerangka karangan merupakan rencana penulisan yang memuat garis- garis besar dari suatu karangan yang akan digarap, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur dan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manfaat outline/kerangka karangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Untuk menyusun karangan secara teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik antara gagasan-gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks tertentu. Namun sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan itu, terdapat sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Supaya pembaca dapat terpikat secara terus menerus menuju kepada klimaks utama, maka susunan bagian-bagian harus diatur pula  sekian macam sehingga tercapai klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kemungkinan suatu bagian perlu dibicarakan dua kali atau lebih, sesuai kebutuhan tiap bagian dari karangan itu. Namun penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, karena hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan; misalnya, bila penulis tidak sadar betul maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu berbeda dengan yang diutarakan pada bagian kemudian, atau bahkan bertentangan satu sama lain. Hal yang demikian ini tidak dapat diterima. Di pihak lain menggarap suatu topik lebih dari satu kali hanya membuang waktu, tenaga, dan materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada bagian mana topik tadi akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk kepada bagian tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Memudahkan penulis mencari materi pembantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya. Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan di bagian mana dalam karangannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang pembaca kelak menghadapi karangan yang telah siap, ia dapat menyusutkan kembali kepada kerangka karangan yang hakekatnya sama dengan apa yang telah dibuat penggarapnya. Dengan penyusutan ini pembacaakan melihat wujud, gagasan, struktur, serta nilai umum dari karangan itu. kerangka karangan merupakan miniatur atau prototipe dari sebuah karangan Dalam bentuk miniatur ini karangan tersebut dapat diteliti, dianalisis, dan dipertimbangkan secara menyelurih, bukan secara terlepas-lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Langkah-langkah menyusun outline :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Langkah pertama adalah merumuskan tema yang jelas berdasarkan suatu topik dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi. Tema yang dirumuskan untuk kepentingan suatu kerangka karangan haruslah berbentuk tesis atau pengungkaan maksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Langkah kedua adalah mengadakan inventarisasi atau mengumpulkan topik-topik bawahan yang dianggap merupakan rincian dari tesis atau pengungkapan maksud tadi. Dalam hal ini penulis boleh mencatat sebanyak-banyaknya topik-topik yang terlintas dalam pikirannya, dengan tidak perlu langsung mengadakan evaluasi terhadap topik-topik tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Langkah ketiga adalah mengadakan evaluasi semua topik bawahan yang telah tercatat pada langkah kedua di atas. Evaluasi tersebut dapat dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: apakah semua topik yang tercatat mempunyai relevansi atau pertalian langsung dengan tesis atau pengungkapan maksud. Bila ternyata sama sekali tidak ada hubungan maka topik tersebut dicoret dari daftar di atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Semua topik yang masih dipertahankan kemudian dievaluasi lebh lanjut. Bila ada dua topik atau lebih yang hampir sama, maka harus dibuat perumusan baru yang mencakup semua topik tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Evaluasi lebih lanjut ditujukan kepada persoalan, apakah semua topik sama derajatnya, atau ada topik yang sebenarnya merupakan bawahan atau rincian dari topik lain. Bila ada masukkanlah topik bawahan itu ke dalam topik yang dianggap lebih tinggi kedudukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Ada kemungkinan bahwa ada dua topik atau lebih yang kedudukannya sederajat, tapi lebih rendah dari topik yang lain. Bila terdapat hal yang demikian, maka usahakanlah untuk mencari satu topik yang lebih tinggi yang akan membawahi topik-topik tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Untuk mendapatkan sebuah kerangka karangan yang sangat rinci maka langkah kedua dan ketiga dikerjakan berulang-ulang untuk menyusun topik-topik yang lebih rendah tingkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Sesudah semuanya siap masih harus dilakukan langkah yang terakhir, yaitu menentukan sebuah pola susunan yang paling sesuai untuk mengurutkan semua rincian dari tesis atau pengungkapan maksud sebagai yang telah diperoleh dengan mempergunakan semua langkah di atas. Dengan pola susunan tersebut semua rincian akan disusun kembali sehingga akan diperoleh sebuah kerangka karangan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Macam-macam outline :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Berdasar Sifat Rinciannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kerangka karangan Sementara / Non-formal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukup terdiri atas dua tingkat, dengan alasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) topiknya tidak kompleks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) akan segera digarap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kerangka karangan formal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terdiri atas tiga tingkat, dengan alasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) topiknya sangat kompleks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) topiknya sederhana, tetapi tidak segera digarap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kerjanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumuskan tema berupa tesis , kemudian pecah-pecah menjadi sub-ordinasi yang dikembangkan untuk menjelaskan gagasan utama. Tiap sub-ordinasi dapat dirinci lebih lanjut. Tesis yang dirinci minimal tiga tingkat sudah dapat disebut kerangka karangan formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tingkatan-tingkatan jelas hubungannya, dipergunakan simbol-simbol dan tipografi yang konsisten bagi tingkat yang sederajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol-simbol berupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tingkat 1: angka Romawi I, II, dan seterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tingkat 2: huruf kapital A, B, dan seterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tingkat 3: angka Arab 1, 2, dan seterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tingkat 4: huruf kecil a, b, dan seterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tingkat 5: angka Arab dalam kurung (1), (2) , dan seterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tingkat 6: huruf kecil dalam kurung (a), (b), dan seterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol-simbol harus ditempatkan sedemikan rupa sehingga mudah terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak tipografinya sbb.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. …………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. ……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. ……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) ……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. ………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin penting atau semakin tinggi sebuah unit, semakin ke kiri tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kurang penting atau semakin rendah unitnya, semakin ke kanan tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat pula disusun sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tingkat 1: angka Arab 1. (dengan titik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tingkat 2: Angka Arab 1.1 (tanpa titik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tingkat 3: angka Arab 1.1.1 (tanpa titik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tingkat 4: angka Arab 1.1.1.1 (tanpa titik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tingkat 5: angka Arab 1.1.1.1.1. (tanpa titik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tingkat 6: angka Arab 1.1.1.1.1.1 (tanpa titik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Berdasar perumusan teksnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kerangka kalimat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. MASALAH KEMISKINAN DI INDONESIA SUDAH TERJADI SEJAK JAMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJAJAHAN BELANDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Tanah Adat Dijadikan Perkebunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  Pemilik Tanah Menjadi Kuli Perkebunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. MASALAH KEMISKINAN YANG TERJADI PADA JAMAN REPUBLIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Sistem Pewarisan di Indonesia Menimbulkan Pemiskinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tanah yang diwariskan semakin menyempit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penduduk desa  mencari kerja di kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tanah-tanah di Pedesaan Diborong Penduduk Kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kerangka topik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. KEMISKINAN DI JAMAN PENJAJAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Tanah Adat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kuli Perkebunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.       KEMISKINAN  DI JAMAN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Sistem Pewarisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Proses Involusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. urbanisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengalihan kepemilikan tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gabungan antara kerangka Kalimat dan kerangka topik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-4071445105022674811?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/4071445105022674811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2009/12/outline-kerangka-karangan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/4071445105022674811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/4071445105022674811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2009/12/outline-kerangka-karangan.html' title='Outline Kerangka karangan.'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-2918117006863444635</id><published>2009-11-19T00:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T00:17:33.540-08:00</updated><title type='text'>tugas bahasa indonesia (topik)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalimat topik&lt;/span&gt; adalah kalimat yang paling terpenting dalam sebuah paragraph karena merupakan ide utama dalam paragraph tersebut. Topik juga mengontrol dan membatasi ide yang didiskusikan dalam paragraph.&lt;br /&gt;Kalimat topik dibagi menjadi dua bagian yaitu topik dan pengontrol ide, sedangkan topik adalah subject yang kita bicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Warna kuning adalah warna yang menggambarkan aktifitas mental.&lt;br /&gt;Topik : warna kuning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengontrol ide membatasi atau mengontrol topik kita ke sebuah aspek yang akan kita tulis.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Warna merah adalah simbol keberanian.&lt;br /&gt;Topik : warna merah&lt;br /&gt;Pengontrol ide : simbol keberanian&lt;br /&gt;Topik boleh saja mempunyai satu atau lebih pengontrol ide, misalnya :&lt;br /&gt;Warna merah adalah simbol keberanian dan kekuatan.&lt;br /&gt;Topik : warna merah&lt;br /&gt;Pengontrol ide 1: keberanian&lt;br /&gt;Pengontrol ide 2 : kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh paragraph lengkap:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua terpengaruh oleh warna. Ada beberapa warna yang sangat kita suka dan beberapa warna yang tidak kita suka sama sekali. Beberapa warna melenakan kita, lainnya mengherankan kita, ada yang membuat kita senang dan ada juga yang membuat kita sedih. Manusia terpengaruh oleh warna lebih dari yang mereka duga karena warna berhubungan erat dengan semua aspek kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat topik : Kita semua terpengaruh oleh warna&lt;br /&gt;• Topik : Kita semua&lt;br /&gt;• Pengontrol ide : terpengaruh oleh warna&lt;br /&gt;Kalimat pendukung :&lt;br /&gt;• Ada beberapa warna yang sangat kita suka dan beberapa warna yang tidak kita suka sama sekali.&lt;br /&gt;• Beberapa warna melenakan kita, lainnya mengherankan kita, ada yang membuat kita senang dan ada juga yang membuat kita sedih.&lt;br /&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;• Manusia terpengaruh oleh warna lebih dari yang mereka duga karena warna berhubungan erat dengan semua aspek kehidupan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-2918117006863444635?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/2918117006863444635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2009/11/tugas-bahasa-indonesia-topik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/2918117006863444635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/2918117006863444635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2009/11/tugas-bahasa-indonesia-topik.html' title='tugas bahasa indonesia (topik)'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-428266881330477874</id><published>2009-11-03T01:39:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T02:02:56.368-08:00</updated><title type='text'>Minggu 3 Tugas Bahasa Indonesia</title><content type='html'>KALIMAT EFEKTIF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan.&lt;br /&gt;   * Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.&lt;br /&gt;   * Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.&lt;br /&gt;   * Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Waktu dan tempat saya persilakan.&lt;br /&gt;   * Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Banyak tombol-tombol yang dapat Anda gunakan.&lt;br /&gt;   * Banyak tombol yang dapat Anda gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Fitur terbarunya Adobe Photoshop ini lebih menarik dan bervariasi.&lt;br /&gt;   * Fitur terbaru Adobe Photoshop ini lebih menarik dan bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Saya mengetahui kalau ia kecewa.&lt;br /&gt;   * Saya mengetahui bahwa ia kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bola gagal masuk gawang.&lt;br /&gt;   * Bola tidak masuk gawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Saya tinggal di Semarang di mana ibu saya bekerja.&lt;br /&gt;   * Saya tinggal di Semarang tempat ibu saya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Anak-anak sudah pada datang.&lt;br /&gt;   * Anak-anak sudah datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALIMAT TIDAK EFEKTIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagi semua pengendara motor harus memakai helm standar. &lt;br /&gt;   * semua pengendara motor harus memakai helm standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berolahragalah agar Anda tidak diserang penyakit.&lt;br /&gt;   * Lakukanlah olahraga agar Anda tidak diserang oleh penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pendidikan agama bertujuan meningkatkan keimanan anak didik.&lt;br /&gt;   * Tujuan pendidikan agama adalah untuk meningkatkan keimanan anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Obat pelega dapat menghilangkan gejala sesak napas.&lt;br /&gt;   * Obat pelega dapat digunakan untuk menghilangkan gejala sesak napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. membicarakan tentang transmigrasi&lt;br /&gt;   * membicarakan transmigrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. sudah selayaknya apabila&lt;br /&gt;   *  sudah pada tempatnya apabila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Depresi ekonomi dirasakan oleh kaum pribumi lapisan bawah dan kelompok elite.&lt;br /&gt;   * Depresi ekonomi bukan hanya dirasakan oleh kaum pribumi lapisan bawah, tetapi   &lt;br /&gt;   juga dirasakan oleh kelompok elite pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Istri kopral yang nakal itu membeli sepatu.&lt;br /&gt;   * Istri yang nakal kopral itu membeli sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Penyuluh menerangkan cara baru beternak ayam kepada para petani.&lt;br /&gt;   *  Penyuluh menerangkan cara beternak ayam baru kepada para petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Kegiatan penelitian meliputi pengumpulan data, pengklasifikasian data, dan &lt;br /&gt;   penganalisisan data.&lt;br /&gt;   * Kegiatan penelitian meliputi pengumpulan data, mengklasifikasikan data, dan    &lt;br /&gt;   menganalisis data.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-428266881330477874?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/428266881330477874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2009/11/minggu-3-tugas-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/428266881330477874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/428266881330477874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2009/11/minggu-3-tugas-bahasa-indonesia.html' title='Minggu 3 Tugas Bahasa Indonesia'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-7383806137456819047</id><published>2009-10-17T05:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T05:52:00.379-07:00</updated><title type='text'>Minggu 2 Tugas Bahas Indonesia</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;pengertian diksi.?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;jelaskan hal-hal yang mempengaruhi pilihan kata berdasarkan kemampuan penggunaan bahasa.?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sebutkan dan jelaskan fungsi diksi.?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;br /&gt;     Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1030303203; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-2010056018 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;•    Plilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata – kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata – kata yang tepat atau menggunakan ungkapan – ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.&lt;br /&gt;•    Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa – nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.&lt;br /&gt;•    Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa sejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud pembendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki suatu bahasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;-. Mengomunikasikan gagasan berdasarkan pilihan kata yg tepat dan sesuai kaidah bahasa indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-. Menghasilkan komunikasi puncak tanpa salah penafsiran atau makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-. Menghasilkan respon pembaca sesuai dengan penulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-. Menghasilkan target komunikasi yg di harapkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;fungsi diksi ialah sebagai sarana mengaktifkan kegiatan berbahasa (komunikasi)&lt;br /&gt;yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan maksud serta gagasannya kepada&lt;br /&gt;orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-7383806137456819047?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/7383806137456819047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2009/10/minggu-2-tugas-bahas-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/7383806137456819047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/7383806137456819047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2009/10/minggu-2-tugas-bahas-indonesia.html' title='Minggu 2 Tugas Bahas Indonesia'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-7809001903485277953</id><published>2009-10-17T05:09:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T05:33:34.738-07:00</updated><title type='text'>Minggu 1 Tugas Bahasa Indonesia</title><content type='html'>&lt;ol style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;Pengertian ragam bahasa?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sebutkan dan jelaskan hal-hal yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sebutkan dan jelaskan penerapan ragam resmi berdasarkan medianya?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;     Jawab : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ragam bahasa adalah bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi yang dipakai dalam berbagai keperluan tentu tidak seragam,tetapi akan berbeda-beda di sesuaikan dengan situasi dan kondisi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  hal-hal yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa :&lt;br /&gt;         banyaknya suatu adat di daerah tertentu&lt;br /&gt;         sebagai penyesuaian lingkungan tempat tinggal&lt;br /&gt;         sebagai alat bantu untuk mempermudah dalam memahami suatu bahasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:IN;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;Penerapan ragam resmi berdasarkan medianya terdiri dari 2 ragam bahasa :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ragam bahasa Lisan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;        Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ragam bahasa tulis &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;        Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-7809001903485277953?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/7809001903485277953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2009/10/minggu-1-tugas-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/7809001903485277953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/7809001903485277953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2009/10/minggu-1-tugas-bahasa-indonesia.html' title='Minggu 1 Tugas Bahasa Indonesia'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4465602025485343471.post-8916352827156976871</id><published>2009-09-24T22:49:00.000-07:00</published><updated>2009-09-24T22:52:29.628-07:00</updated><title type='text'>Sang Primadona</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;Apa yang harus aku lakukan? Berilah aku saran! Aku benar-benar pusing.&lt;br /&gt;Apabila masalahku ini berlarut-larut dan aku tidak segera menemukan pemecahannya, aku khawatir akan berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan dan kegiatanku dalam masyarakat. Lebih-lebih terhadap dua permataku yang manis-manis: Gita dan Ragil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi agar jelas, biarlah aku ceritakan lebih dahulu dari awal.&lt;br /&gt;Aku lahir dan tumbuh dalam keluarga yang -katakanlah-- kecukupan. Aku dianugerahi Tuhan wajah yang cukup cantik dan perawakan yang menawan. Sejak kecil aku sudah menjadi "primadona" keluarga. Kedua orang tuaku pun, meski tidak memanjakanku, sangat menyayangiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah, mulai SD sampai dengan SMA, aku pun --alhamdulillah-juga disayangi guru-guru dan kawan-kawanku. Apalagi aku sering mewakili sekolah dalam perlombaan-perlombaan dan tidak jarang aku menjadi juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di SD aku pernah menjadi juara I lomba menari. Waktu SMP aku mendapat piala dalam lomba menyanyi. Bahkan ketika SMA aku pernah menjuarai lomba baca puisi tingkat provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sungguh, aku tidak pernah bermimpi akhirnya aku menjadi artis di ibu kota seperti sekarang ini. Cita-citaku dari kecil aku ingin menjadi pengacara yang di setiap persidangan menjadi bintang, seperti sering aku lihat dalam film. Ini gara-gara ketika aku baru beberapa semester kuliah, aku memenangkan lomba foto model. Lalu ditawari main sinetron dan akhirnya keasyikan main film. Kuliahku pun tidak berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti umumnya artis-artis popular di negeri ini, aku pun kemudian menjadi incaran perusahaan-perusahaan untuk pembuatan iklan; diminta menjadi presenter dalam acara-acara seremonial; menjadi host di tv-tv; malah tidak jarang diundang untuk presentasi dalam seminar-seminar bersama tokoh-tokoh cendekiawan. Yang terakhir ini, boleh jadi aku hanya dijadikan alat menarik peminat. Tapi apa rugiku? Asal aku diberi honor standar, aku tak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kuliahku yang tidak berlanjut, aku menghibur diriku dengan mengatakan kepada diriku, "Ah, belajar kan tidak harus di bangku kuliah. Lagi pula orang kuliah ujung-ujungnya kan untuk mencari materi. Aku tidak menjadi pengacara dan bintang pengadilan, tak mengapa; bukankah kini aku sudah menjadi superbintang. Materi cukup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sebagai perempuan yang belum bersuami, aku cukup bangga dengan kehidupanku yang boleh dikata serba kecukupan. Aku sudah mampu membeli rumah sendiri yang cukup indah di kawasan elite. Ke mana-mana ada mobil yang siap mengantarku. Pendek kata aku bangga bisa menjadi perempuan yang mandiri. Tidak lagi bergantung kepada orang tua. Bahkan kini sedikit-banyak aku bisa membantu kehidupan ekonomi mereka di kampung. Sementara banyak kawan-kawanku yang sudah lulus kuliah, masih lontang-lantung mencari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang untuk sekadar menyenangkan orang tua, aku mengundang mereka dari kampung. Ibuku yang biasanya nyinyir mengomentari apa saja yang kulakukan dan menasehatiku ini-itu, kini tampak seperti sudah menganggapku benar-benar orang dewasa. Entah kenyataannya demikian atau hanya karena segan kepada anaknya yang kini sudah benar-benar hidup mandiri. Yang masih selalu ibu ingatkan, baik secara langsung atau melalui surat, ialah soal ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nduk, ibadah itu penting. Bagaimana pun sibukmu, salat jangan kamu abaikan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sempatkan membaca Quran yang pernah kau pelajari ketika di kampung dulu, agar tidak hilang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila kamu mempunyai rezeki lebih, jangan lupa bersedekah kepada fakir miskin dan anak yatim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kalimat-kalimat semacam itulah yang masih sering beliau wiridkan. Mula-mula memang aku perhatikan; bahkan aku berusaha melaksanakan nasihat-nasihat itu, tapi dengan semakin meningkatnya volume kegiatanku, lama-lama aku justru risi dan menganggapnya angin lalu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai artis tenar, tentu saja banyak orang yang mengidolakanku. Tapi ada seorang yang mengagumiku justru sebelum aku menjadi setenar sekarang ini. Tidak. Ia tidak sekadar mengidolakanku. Dia menyintaiku habis-habisan. Ini ia tunjukkan tidak hanya dengan hampir selalu hadir dalam even-even di mana aku tampil; ia juga setia menungguiku shoting film dan mengantarku pulang. Tidak itu saja. Hampir setiap hari, bila berjauhan, dia selalu telepon atau mengirim SMS yang seringkali hanya untuk menyatakan kangen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara mereka yang mengagumiku, lelaki yang satu ini memang memiliki kelebihan. Dia seorang pengusaha yang sukses. Masih muda, tampan, sopan, dan penuh perhatian. Pendek kata, akhirnya aku takluk di hadapan kegigihannya dan kesabarannya. Aku berhasil dipersuntingnya. Tidak perlu aku ceritakan betapa meriah pesta perkawinan kami ketika itu. Pers memberitakannya setiap hari hampir dua minggu penuh. Tentu saja yang paling bahagia adalah kedua orang tuaku yang memang sejak lama menghendaki aku segera mengakhiri masa lajangku yang menurut mereka mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, di awal-awal perkawinan, semua berjalan baik-baik saja. Setelah berbulan madu yang singkat, aku kembali menekuni kegiatanku seperti biasa. Suamiku pun tidak keberatan. Sampai akhirnya terjadi sesuatu yang benar-benar mengubah jalan hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan setelah Ragil, anak keduaku, lahir, perusahaan suamiku bangkrut gara-gara krisis moneter. Kami, terutama suamiku, tidak siap menghadapi situasi yang memang tidak terduga ini. Dia begitu terpukul dan seperti kehilangan keseimbangan. Perangainya berubah sama sekali. Dia jadi pendiam dan gampang tersinggung. Bicaranya juga tidak seperti dulu, kini terasa sangat sinis dan kasar. Dia yang dulu jarang keluar malam, hampir setiap malam keluar dan baru pulang setelah dini hari. Entah apa saja yang dikerjakannya di luar sana. Beberapa kali kutanya dia selalu marah-marah, aku pun tak pernah lagi bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung, meskipun agak surut, aku masih terus mendapatkan kontrak pekerjaan. Sehingga, dengan sedikit menghemat, kebutuhan hidup sehari-hari tidak terlalu terganggu. Yang terganggu justru keharmonisan hubungan keluarga akibat perubahan perilaku suami. Sepertinya apa saja bisa menjadi masalah. Sepertinya apa saja yang aku lakukan, salah di mata suamiku. Sebaliknya menurutku justru dialah yang tak pernah melakukan hal-hal yang benar. Pertengkaran hampir terjadi setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula, aku mengalah. Aku tidak ingin anak-anak menyaksikan orang tua mereka bertengkar. Tapi lama-kelamaan aku tidak tahan. Dan anak-anak pun akhirnya sering mendengar teriakan-teriakan kasar dari mulut-mulut kedua orang tua mereka; sesuatu yang selama ini kami anggap tabu di rumah. Masya Allah. Aku tak bisa menahan tangisku setiap terbayang tatapan tak mengerti dari kedua anakku ketika menonton pertengkaran kedua orang tua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sudah sering beberapa kawan sesama artis mengajakku mengikuti kegiatan yang mereka sebut sebagai pengajian atau siraman rohani. Mereka melaksanakan kegiatan itu secara rutin dan bertempat di rumah mereka secara bergilir. Tapi aku baru mulai tertarik bergabung dalam kegiatan ini setelah kemelut melanda rumah tanggaku. Apakah ini sekadar pelarian ataukah --mudah-mudahan-- memang merupakan hidayah Allah. Yang jelas aku merasa mendapatkan semacam kedamaian saat berada di tengah-tengah majelis pengajian. Ada sesuatu yang menyentuh kalbuku yang terdalam, baik ketika sang ustadz berbicara tentang kefanaan hidup di dunia ini dan kehidupan yang kekal kelak di akhirat, tentang kematian dan amal sebagai bekal, maupun ketika mengajak jamaah berdzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, aku jadi sering merenung. Memikirkan tentang diriku sendiri dan kehidupanku. Aku tidak lagi melayani ajakan bertengkar suami. Atau tepatnya aku tidak mempunyai waktu untuk itu. Aku menjadi semakin rajin mengikuti pengajian; bukan hanya yang diselenggarakan kawan-kawan artis, tapi juga pengajian-pengajian lain termasuk yang diadakan di RT-ku. Tidak itu saja, aku juga getol membaca buku-buku keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktuku pun tersita oleh kegiatan-kegiatan di luar rumah. Selain pekerjaanku sebagai artis, aku menikmati kegiatan-kegiatan pengajian. Apalagi setelah salah seorang ustadz mempercayaiku untuk menjadi "asisten"-nya. Bila dia berhalangan, aku dimintanya untuk mengisi pengajian. Inilah yang memicu semangatku untuk lebih getol membaca buku-buku keagamaan. O ya, aku belum menceritakan bahwa aku yang selama ini selalu mengikuti mode dan umumnya yang mengarah kepada penonjolan daya tarik tubuhku, sudah aku hentikan sejak kepulanganku dari umrah bersama kawan-kawan. Sejak itu aku senantiasa memakai busana muslimah yang menutup aurat. Malah jilbabku kemudian menjadi tren yang diikuti oleh kalangan muslimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkas cerita; dari sekadar sebagai artis, aku berkembang dan meningkat menjadi "tokoh masyarakat" yang diperhitungkan. Karena banyaknya ibu-ibu yang sering menanyakan kepadaku mengenai berbagai masalah keluarga, aku dan kawan-kawan pun mendirikan semacam biro konsultasi yang kami namakan "Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Primadona". Aku pun harus memenuhi undangan-undangan --bukan sekadar menjadi "penarik minat" seperti dulu-- sebagai nara sumber dalam diskusi-diskusi tentang masalah-masalah keagamaan, sosial-kemasyarakatan, dan bahkan politik. Belum lagi banyaknya undangan dari panitia yang sengaja menyelenggarakan forum sekadar untuk memintaku berbicara tentang bagaimana perjalanan hidupku hingga dari artis bisa menjadi seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan statusku yang seperti itu dengan volume kegiatan kemasyarakatan yang sedemikian tinggi, kondisi kehidupan rumah tanggaku sendiri seperti yang sudah aku ceritakan, tentu semakin terabaikan. Aku sudah semakin jarang di rumah. Kalau pun di rumah, perhatianku semakin minim terhadap anak-anak; apalagi terhadap suami yang semakin menyebalkan saja kelakuannya. Dan terus terang, gara-gara suami, sebenarnyalah aku tidak kerasan lagi berada di rumahku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu terjadi sesuatu yang membuatku terpukul. Suatu hari, tanpa sengaja, aku menemukan sesuatu yang mencurigakan. Di kamar suamiku, aku menemukan lintingan rokok ganja. Semula aku diam saja, tapi hari-hari berikutnya kutemukan lagi dan lagi. Akhirnya aku pun menanyakan hal itu kepadanya. Mula-mula dia seperti kaget, tapi kemudian mengakuinya dan berjanji akan menghentikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun beberapa lama kemudian aku terkejut setengah mati. Ketika aku baru naik mobil akan pergi untuk suatu urusan, sopirku memperlihatkan bungkusan dan berkata: "Ini milik siapa, Bu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa itu?" tanyaku tak mengerti.&lt;br /&gt;"Ini barang berbahaya, Bu," sahutnya khawatir, "Ini ganja. Bisa gawat bila ketahuan!"&lt;br /&gt;"Masya Allah!" Aku mengelus dadaku. Sampai sopir kami tahu ada barang semacam ini. Ini sudah keterlaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku musnahkan barang itu, aku segera menemui suamiku dan berbicara sambil menangis. Lagi-lagi dia mengaku dan berjanji kapok, tak akan lagi menyentuh barang haram itu. Tapi seperti sudah aku duga, setelah itu aku masih selalu menemukan barang itu di kamarnya. Aku sempat berpikir, jangan-jangan kelakuannya yang kasar itu akibat kecanduannya mengonsumsi barang berbahaya itu. Lebih jauh aku mengkhawatirkan pengaruhnya terhadap anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang aku sudah tidak tahan lagi. Memang terpikir keras olehku untuk meminta cerai saja, demi kemaslahatanku dan terutama kemaslahatan anak-anakku. Namun seiring maraknya tren kawin-cerai di kalangan artis, banyak pihak terutama fans-fansku yang menyatakan kagum dan memuji-muji keharmonisan kehidupan rumah tanggaku. Bagaimana mereka ini bila tiba-tiba mendengar --dan pasti akan mendengar-- idolanya yang konsultan keluarga sakinah ini bercerai? Yang lebih penting lagi adalah akibatnya pada masa depan anak-anakku. Aku sudah sering mendengar tentang nasib buruk yang menimpa anak-anak orang tua yang bercerai. Aku bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus mengorbankan rumah tanggaku demi kegiatan kemasyarakatanku, ataukah sebaiknya aku menghentikan kegiatan kemasyarakatan demi keutuhan rumah tanggaku? Atau bagaimana? Berilah aku saran! Aku benar-benar pusing!***&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4465602025485343471-8916352827156976871?l=wellanovica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wellanovica.blogspot.com/feeds/8916352827156976871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2009/09/sang-primadona.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/8916352827156976871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4465602025485343471/posts/default/8916352827156976871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wellanovica.blogspot.com/2009/09/sang-primadona.html' title='Sang Primadona'/><author><name>Wella Novica M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05495303668350651099</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Rljf1xnZ4Ik/SrxZh7oHc9I/AAAAAAAAAAU/PE7K8KHAMWA/S220/well2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
