Senin, 22 Maret 2010

4 pola hubungan subyek dan predikat.

4 pola hubungan S+P:
1. Semua subjek adalah bukan semua Predikat
Contoh kalimat:
a. Semua hewan adalah bukan semua harimau
b. Semua dosen adalah bukan semua laki-laki
c. Semua mobil adalah bukan semua sedan

2. A. Semua subjek adalah predikat
Contoh kalimat:
a. Semua ayah adalah kepala rumah tangga
b. Semua ibu adalah wanita
c. Semua manusia adalah ciptaan Tuhan

B. Sebagian subjek adalah predikat
a. Sebagian wanita adalah memakai kerudung
b. Sebagian dosen Universitas Gunadarma adalah laki-laki
c. Sebagian dokter kandungan adalah laki-laki

3. Tidak adapun subjek adalah predikat
a. Tidak ada satupun wanita adalah berkumis
b. Tidak satupun manusia adalah hewan
c. Tidak ada satupun manusia adalah bisa hidup sendiri

4. A. Sebagian subjek adalah sebagian predikat
a. Sebagian manusia adalah sebagian wanita
b. Sebagian hewan adalah sebagian hidup di air
c. Sebagian wanita adalah sebagian berkerudung

Selasa, 09 Februari 2010

Tugas Bahasa Indonesia 2,Minggu ke-1.

SOAL :

1). Mengapa kita harus belajar Bahasa Indonesia?
2). Apa saja Softskill yang saya butuhkan?

JAWABAN :

1). Karena Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia, Dan Bahasa persatuan Bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia adalah bahasa kerja (working language).

Dari sudut pandang linguistika, Bahasa Indonesia adalah suatu varian bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19, namun mengalami perkembangan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja dan proses pembakuan di awal abad ke-20. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Meskipun saat ini dipahami oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia tidak menduduki posisi sebagai bahasa ibu bagi mayoritas penduduknya. Sebagian besar warga Indonesia berbahasa daerah sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Namun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di surat kabar, media elektronika, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.

Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.

2). - Pembimbing Akademik/Wali Mahasiswa
- Penerapan KBK (pendekatan SCL)
- Pelaksanaan Model Pembelajaran Kreatif dan Inovatif Pendamping Kemahasiswaan
- Pembina Unit Kegiatan mahasiswa
- Bimbingan dan Konseling

Jumat, 18 Desember 2009

Outline Kerangka karangan.

soal :

1. Jelaskan pengertian kerangka karangan/outline ?

2. Jelaskan manfaat outline ?

3. Jelaskan langkah-langkah menyusun outline ?

4. Sebutkan macam-macam outline ?

jawab :

1. Kerangka karangan merupakan rencana penulisan yang memuat garis- garis besar dari suatu karangan yang akan digarap, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur dan teratur.

2. Manfaat outline/kerangka karangan :

a. Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.

b. Untuk menyusun karangan secara teratur.

Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik antara gagasan-gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.

c. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda.

Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks tertentu. Namun sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan itu, terdapat sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Supaya pembaca dapat terpikat secara terus menerus menuju kepada klimaks utama, maka susunan bagian-bagian harus diatur pula sekian macam sehingga tercapai klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca.

d. Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih.

Ada kemungkinan suatu bagian perlu dibicarakan dua kali atau lebih, sesuai kebutuhan tiap bagian dari karangan itu. Namun penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, karena hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan; misalnya, bila penulis tidak sadar betul maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu berbeda dengan yang diutarakan pada bagian kemudian, atau bahkan bertentangan satu sama lain. Hal yang demikian ini tidak dapat diterima. Di pihak lain menggarap suatu topik lebih dari satu kali hanya membuang waktu, tenaga, dan materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada bagian mana topik tadi akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk kepada bagian tadi.

e. Memudahkan penulis mencari materi pembantu.

Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya. Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan di bagian mana dalam karangannya itu.

Bila seorang pembaca kelak menghadapi karangan yang telah siap, ia dapat menyusutkan kembali kepada kerangka karangan yang hakekatnya sama dengan apa yang telah dibuat penggarapnya. Dengan penyusutan ini pembacaakan melihat wujud, gagasan, struktur, serta nilai umum dari karangan itu. kerangka karangan merupakan miniatur atau prototipe dari sebuah karangan Dalam bentuk miniatur ini karangan tersebut dapat diteliti, dianalisis, dan dipertimbangkan secara menyelurih, bukan secara terlepas-lepas.

3. Langkah-langkah menyusun outline :

a. Langkah pertama adalah merumuskan tema yang jelas berdasarkan suatu topik dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi. Tema yang dirumuskan untuk kepentingan suatu kerangka karangan haruslah berbentuk tesis atau pengungkaan maksud.

b. Langkah kedua adalah mengadakan inventarisasi atau mengumpulkan topik-topik bawahan yang dianggap merupakan rincian dari tesis atau pengungkapan maksud tadi. Dalam hal ini penulis boleh mencatat sebanyak-banyaknya topik-topik yang terlintas dalam pikirannya, dengan tidak perlu langsung mengadakan evaluasi terhadap topik-topik tadi.

c. Langkah ketiga adalah mengadakan evaluasi semua topik bawahan yang telah tercatat pada langkah kedua di atas. Evaluasi tersebut dapat dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut:

Pertama: apakah semua topik yang tercatat mempunyai relevansi atau pertalian langsung dengan tesis atau pengungkapan maksud. Bila ternyata sama sekali tidak ada hubungan maka topik tersebut dicoret dari daftar di atas

Kedua: Semua topik yang masih dipertahankan kemudian dievaluasi lebh lanjut. Bila ada dua topik atau lebih yang hampir sama, maka harus dibuat perumusan baru yang mencakup semua topik tadi.

Ketiga: Evaluasi lebih lanjut ditujukan kepada persoalan, apakah semua topik sama derajatnya, atau ada topik yang sebenarnya merupakan bawahan atau rincian dari topik lain. Bila ada masukkanlah topik bawahan itu ke dalam topik yang dianggap lebih tinggi kedudukannya.

Keempat: Ada kemungkinan bahwa ada dua topik atau lebih yang kedudukannya sederajat, tapi lebih rendah dari topik yang lain. Bila terdapat hal yang demikian, maka usahakanlah untuk mencari satu topik yang lebih tinggi yang akan membawahi topik-topik tadi.

d. Untuk mendapatkan sebuah kerangka karangan yang sangat rinci maka langkah kedua dan ketiga dikerjakan berulang-ulang untuk menyusun topik-topik yang lebih rendah tingkatannya.

e. Sesudah semuanya siap masih harus dilakukan langkah yang terakhir, yaitu menentukan sebuah pola susunan yang paling sesuai untuk mengurutkan semua rincian dari tesis atau pengungkapan maksud sebagai yang telah diperoleh dengan mempergunakan semua langkah di atas. Dengan pola susunan tersebut semua rincian akan disusun kembali sehingga akan diperoleh sebuah kerangka karangan yang baik.

4. Macam-macam outline :

A. Berdasar Sifat Rinciannya:

1. Kerangka karangan Sementara / Non-formal:

cukup terdiri atas dua tingkat, dengan alasan:

a) topiknya tidak kompleks

b) akan segera digarap

2. Kerangka karangan formal:

terdiri atas tiga tingkat, dengan alasan:

a) topiknya sangat kompleks

b) topiknya sederhana, tetapi tidak segera digarap

Cara kerjanya:

Rumuskan tema berupa tesis , kemudian pecah-pecah menjadi sub-ordinasi yang dikembangkan untuk menjelaskan gagasan utama. Tiap sub-ordinasi dapat dirinci lebih lanjut. Tesis yang dirinci minimal tiga tingkat sudah dapat disebut kerangka karangan formal.

Agar tingkatan-tingkatan jelas hubungannya, dipergunakan simbol-simbol dan tipografi yang konsisten bagi tingkat yang sederajat.

Simbol-simbol berupa:

Topik tingkat 1: angka Romawi I, II, dan seterusnya

Topik tingkat 2: huruf kapital A, B, dan seterusnya

Topik tingkat 3: angka Arab 1, 2, dan seterusnya

Topik tingkat 4: huruf kecil a, b, dan seterusnya

Topik tingkat 5: angka Arab dalam kurung (1), (2) , dan seterusnya

Topik tingkat 6: huruf kecil dalam kurung (a), (b), dan seterusnya

Simbol-simbol harus ditempatkan sedemikan rupa sehingga mudah terlihat.

Letak tipografinya sbb.:

I. …………

A. ……..

1. ………

a. ……..

(1) ……….

a. ………..

Semakin penting atau semakin tinggi sebuah unit, semakin ke kiri tempatnya.

Semakin kurang penting atau semakin rendah unitnya, semakin ke kanan tempatnya.

Dapat pula disusun sbb :

Topik tingkat 1: angka Arab 1. (dengan titik)

Topik tingkat 2: Angka Arab 1.1 (tanpa titik)

Topik tingkat 3: angka Arab 1.1.1 (tanpa titik)

Topik tingkat 4: angka Arab 1.1.1.1 (tanpa titik)

Topik tingkat 5: angka Arab 1.1.1.1.1. (tanpa titik)

Topik tingkat 6: angka Arab 1.1.1.1.1.1 (tanpa titik)

B. Berdasar perumusan teksnya:

1. Kerangka kalimat

Contoh :

I. MASALAH KEMISKINAN DI INDONESIA SUDAH TERJADI SEJAK JAMAN

PENJAJAHAN BELANDA

A. Tanah Adat Dijadikan Perkebunan

B. Pemilik Tanah Menjadi Kuli Perkebunan

II. MASALAH KEMISKINAN YANG TERJADI PADA JAMAN REPUBLIK

INDONESIA

A. Sistem Pewarisan di Indonesia Menimbulkan Pemiskinan

1. Tanah yang diwariskan semakin menyempit

2. Penduduk desa mencari kerja di kota

B. Tanah-tanah di Pedesaan Diborong Penduduk Kota

2. Kerangka topik

I. KEMISKINAN DI JAMAN PENJAJAHAN

A. Tanah Adat

B. Kuli Perkebunan

II. KEMISKINAN DI JAMAN REPUBLIK INDONESIA

A. Sistem Pewarisan

1. Proses Involusi

2. urbanisasi

B. Pengalihan kepemilikan tanah

3. Gabungan antara kerangka Kalimat dan kerangka topik.

Kamis, 19 November 2009

tugas bahasa indonesia (topik)

Kalimat topik adalah kalimat yang paling terpenting dalam sebuah paragraph karena merupakan ide utama dalam paragraph tersebut. Topik juga mengontrol dan membatasi ide yang didiskusikan dalam paragraph.
Kalimat topik dibagi menjadi dua bagian yaitu topik dan pengontrol ide, sedangkan topik adalah subject yang kita bicarakan.

Contoh :
Warna kuning adalah warna yang menggambarkan aktifitas mental.
Topik : warna kuning

Pengontrol ide membatasi atau mengontrol topik kita ke sebuah aspek yang akan kita tulis.
Contoh :
Warna merah adalah simbol keberanian.
Topik : warna merah
Pengontrol ide : simbol keberanian
Topik boleh saja mempunyai satu atau lebih pengontrol ide, misalnya :
Warna merah adalah simbol keberanian dan kekuatan.
Topik : warna merah
Pengontrol ide 1: keberanian
Pengontrol ide 2 : kekuatan

Contoh paragraph lengkap:

Kita semua terpengaruh oleh warna. Ada beberapa warna yang sangat kita suka dan beberapa warna yang tidak kita suka sama sekali. Beberapa warna melenakan kita, lainnya mengherankan kita, ada yang membuat kita senang dan ada juga yang membuat kita sedih. Manusia terpengaruh oleh warna lebih dari yang mereka duga karena warna berhubungan erat dengan semua aspek kehidupan kita.

Kalimat topik : Kita semua terpengaruh oleh warna
• Topik : Kita semua
• Pengontrol ide : terpengaruh oleh warna
Kalimat pendukung :
• Ada beberapa warna yang sangat kita suka dan beberapa warna yang tidak kita suka sama sekali.
• Beberapa warna melenakan kita, lainnya mengherankan kita, ada yang membuat kita senang dan ada juga yang membuat kita sedih.
Kesimpulan :
• Manusia terpengaruh oleh warna lebih dari yang mereka duga karena warna berhubungan erat dengan semua aspek kehidupan kita.

Selasa, 03 November 2009

Minggu 3 Tugas Bahasa Indonesia

KALIMAT EFEKTIF.

1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan.
* Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

2. Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
* Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.

3. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.
* Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.

4. Waktu dan tempat saya persilakan.
* Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.

5. Banyak tombol-tombol yang dapat Anda gunakan.
* Banyak tombol yang dapat Anda gunakan.

6. Fitur terbarunya Adobe Photoshop ini lebih menarik dan bervariasi.
* Fitur terbaru Adobe Photoshop ini lebih menarik dan bervariasi.

7. Saya mengetahui kalau ia kecewa.
* Saya mengetahui bahwa ia kecewa.

8. Bola gagal masuk gawang.
* Bola tidak masuk gawang.

9. Saya tinggal di Semarang di mana ibu saya bekerja.
* Saya tinggal di Semarang tempat ibu saya bekerja.

10. Anak-anak sudah pada datang.
* Anak-anak sudah datang.


KALIMAT TIDAK EFEKTIF

1. Bagi semua pengendara motor harus memakai helm standar.
* semua pengendara motor harus memakai helm standar.

2. Berolahragalah agar Anda tidak diserang penyakit.
* Lakukanlah olahraga agar Anda tidak diserang oleh penyakit.

3. Pendidikan agama bertujuan meningkatkan keimanan anak didik.
* Tujuan pendidikan agama adalah untuk meningkatkan keimanan anak didik.

4. Obat pelega dapat menghilangkan gejala sesak napas.
* Obat pelega dapat digunakan untuk menghilangkan gejala sesak napas.

5. membicarakan tentang transmigrasi
* membicarakan transmigrasi.

6. sudah selayaknya apabila
* sudah pada tempatnya apabila

7. Depresi ekonomi dirasakan oleh kaum pribumi lapisan bawah dan kelompok elite.
* Depresi ekonomi bukan hanya dirasakan oleh kaum pribumi lapisan bawah, tetapi
juga dirasakan oleh kelompok elite pribumi.

8. Istri kopral yang nakal itu membeli sepatu.
* Istri yang nakal kopral itu membeli sepatu.

9. Penyuluh menerangkan cara baru beternak ayam kepada para petani.
* Penyuluh menerangkan cara beternak ayam baru kepada para petani.

10.Kegiatan penelitian meliputi pengumpulan data, pengklasifikasian data, dan
penganalisisan data.
* Kegiatan penelitian meliputi pengumpulan data, mengklasifikasikan data, dan
menganalisis data.

Sabtu, 17 Oktober 2009

Minggu 2 Tugas Bahas Indonesia

  1. pengertian diksi.?
  2. jelaskan hal-hal yang mempengaruhi pilihan kata berdasarkan kemampuan penggunaan bahasa.?
  3. sebutkan dan jelaskan fungsi diksi.?

Jawab :

  1. • Plilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata – kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata – kata yang tepat atau menggunakan ungkapan – ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
    • Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa – nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.
    • Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa sejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud pembendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki suatu bahasa.
  2. -. Mengomunikasikan gagasan berdasarkan pilihan kata yg tepat dan sesuai kaidah bahasa indonesia.

    -. Menghasilkan komunikasi puncak tanpa salah penafsiran atau makna.

    -. Menghasilkan respon pembaca sesuai dengan penulisannya.

    -. Menghasilkan target komunikasi yg di harapkan.
  3. fungsi diksi ialah sebagai sarana mengaktifkan kegiatan berbahasa (komunikasi)
    yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan maksud serta gagasannya kepada
    orang lain.

Minggu 1 Tugas Bahasa Indonesia

  1. Pengertian ragam bahasa?
  2. sebutkan dan jelaskan hal-hal yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa?
  3. sebutkan dan jelaskan penerapan ragam resmi berdasarkan medianya?
Jawab :
  1. Ragam bahasa adalah bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi yang dipakai dalam berbagai keperluan tentu tidak seragam,tetapi akan berbeda-beda di sesuaikan dengan situasi dan kondisi.
  2. hal-hal yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa :
    banyaknya suatu adat di daerah tertentu
    sebagai penyesuaian lingkungan tempat tinggal
    sebagai alat bantu untuk mempermudah dalam memahami suatu bahasa.
  3. Penerapan ragam resmi berdasarkan medianya terdiri dari 2 ragam bahasa :
  • Ragam bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
  • Ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.